Sandy Susanto (CEO Vinilon Group) Wujudkan Visi dengan Ketekunan dan Kejujuran

Semangat pembaharuan, tanpa meninggalkan nilai-nilai yang ditanamkan orangtua, menjadi bekalnya mengelola perusahaan.

IDEA - - Profil - TEKS FRANSISCA WUNGU FOTO FARDINA RAHMA SURI

Vinilon, sebagai merek sistem perpipaan, sudah dikenal masyarakat luas. Terbukti, tahun ini Vinilon menduduki tempat teratas sebagai produsen pipa PE ( polyethylene), juga produsen pipa PVC (polyvinyl chloride) untuk proyek, serta urutan ke-3 sebagai produsen pipa retail. Dengan 30 mesin, kapasitas produksi Vinilon kini mencapai 5.000 ton. Rekor MURI pun berhasil ditorehkan untuk produksi pipa PE dengan diameter terbesar, yaitu 1.200 mm.

Prestasi besar ini telah melalui perjalanan panjang, diawali dari 1979, saat pabrik pertama PT Rusli Vinilon Sakti didirikan. Puluhan tahun tersebut tidak akan mengukir sukses tanpa andil pemimpinnya. Sandy Susanto (38 th) saat ini menjabat Chief Executive Officer (CEO) Vinilon Group, meneruskan kepemimpinan sang ayah, Waluyo Susanto.

Perbedaan Generasi

Tahun 2000, setelah menuntaskan master manajemennya di Amerika Serikat, Sandy terjun mengurus bisnis keluarganya. Diawali sebagai manajer, ia banyak belajar mengelola bisnis ini. Diakuinya, banyak ilmu yang ia dapatkan saat kuliah tidak dapat langsung diterapkan, terutama soal marketing dan penjualan. Apalagi di tahun itu, kondisi pasar belum pulih akibat krisis moneter 1989.

Di masa-masa sulit seperti saat itu, Vinilon tetap memegang teguh nilai kekeluargaan dalam mengelola perusahaan. Saat krisis ekonomi, tidak ada pemecatan karyawan dan para manajer memangkas gajinya demi mempertahankan perusahaan. Menurut Sandy, di satu sisi, ini bagus karena loyalitas karyawan tinggi. Namun, menurutnya, ada sisi profesionalisme yang harus ditingkatkan.

“Ini menjadi tantangan buat saya. Dari generasi pertama dan generasi kedua, sistem dan budaya kerjanya berbeda. Ada gap yang harus diminimalkan,” ujar pria yang murah senyum ini.

Menjembatani perbedaan ini, Sandy yang kala itu masih terbilang sangat muda, tidak ingin melakukan perubahan ekstrem dalam menerapkan idealismenya. Ia memilih untuk melakukan cara yang sifatnya kekeluargaan juga, dan dilakukannya secara bertahap. Ketekunan, Kejujuran, Inovasi

Bekal dari orangtua Sandy tidak hanya berupa bisnis yang sudah berjalan. Nilai-nilai kejujuran dan ketekunan selalu ditanamkan, karena inilah modal orangtuanya dalam membangun perusahaan.

“Dari kondisi yang sangat sulit, karena dia kerja keras, tekun, dan jujur, akhirnya ia bisa mendapatkan kepercayaan, bahkan mendapatkan peluang dari orang,” cerita Sandy soal sang ayah.

Improvement atau pengembangan menjadi agenda Sandy saat memegang kendali perusahaan. Tiga tahun lalu, Vinilon Group melakukan investasi besar yaitu automatic weighing system untuk mengontrol produksi di pabrik seluas 22 ha di kawasan Cileungsi, Bogor.

“Ini salah satu bentuk komitmen kami terhadap konsistensi,” ujar Sandy. Konsistensi produk menjadi syarat pipa berkualitas, di samping durabilitas dan kekuatan mekanisnya.

Kualitas yang sangat dijaga betul ini membuahkan kepercayaan konsumen. Vinilon mendapatkan berbagai sertifikasi baik dari dalam maupun luar negeri,

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.