Cloudsec 2016 Ambil Kendali, Cara Ampuh Hadapi Penjahat Siber

Berbagai organisasi di dunia tengah dibayangbayangi ancaman pemerasan online ( online extortion), tak terkecuali perusahaan di Indonesia. Akankah Anda bernegosiasi dengan pelaku dan membiarkan diri Anda terjebak dalam lingkaran setan?

Info Komputer - - What’s New -

Ketika ada tindakan pemerasan, entah di dunia maya atau nyata, ujung-ujungnya adalah korban tidak akan memperoleh yang terbaik. “Anda akan bernasib seperti sapi perahan jika menuruti kemauan penjahat maya,” tegas Myla Pilao (Director Trend Labs) ketika berbicara di acara Cloudsec 2016, di Jakarta, pada akhir Agustus lalu.

Cara terbaik adalah “take control”, mengambil kendali secara penuh dalam melawan kejahatan siber yang makin merajalela menyerang berbagai organisasi di dunia. Untuk mengambil atau memegang kendali secara penuh, perusahaan tentunya harus membekali diri dengan sistem keamanan yang mampu melindungi data dan informasi penting milik perusahaan.

Waspadai Tiga Ancaman Baru

“Saat ini, kita sangat tergantung pada teknologi,” cetus Myla. Dengan teknologi, di masa kini, membangun dan memperluas bisnis tidaklah sulit. Ada yang bilang big data is a big headache. Namun dengan big data, organisasi seperti dosomething.org dapat menyelamatkan nyawa remaja yang putus asa.

Di masa depan, Internet of Things (IoT) dan Augmented Reality (AR), akan membukakan peluang bisnis dan produktivitas. “Namun [IoT dan AR] juga membuka celah terjadinya threat,” tandas Andreas Kagawa [Country Manager, Trend Micro Indonesia].

Apa saja ancaman kejahatan siber yang tengah menghantui dunia, termasuk Indonesia? Myla memaparkan threat landscape di Indonesia saat ini berdasarkan roundup report Trend Micro yang secara berkala dirilis di semester kedua setiap tahunnya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.