Memanfaatkan AI

Info Komputer - - Executive View -

Wanita yang memiliki nama lengkap Virginia Marie Rometty ini memang layak dipercaya memimpin tranformasi Big Blue. Ia sudah bergabung dengan IBM sejak tahun 1981 sebagai system engineer. Pelan-pelan, karir lulusan Computer Science Northwestern University ini terus menanjak. Namanya mulai dikenal publik ketika menjadi Senior VP IBM Global Business Services dan berhasil melakukan akuisisi firma konsultan PricewaterhouseCooper senilai US$3,5 milyar.

Ginni juga menjadi sosok di balik pengembangan cloud dan AI di IBM yang mewujud menjadi mesin super pintar bernama Watson. Semua prestasi tersebut akhirnya membawa Ginni dipercaya memimpin IBM pada tahun 2011. “Ginni mendapatkan posisi ini karena ia layak mendapatkannya” ungkap CEO IBM sebelumnya, Samuel Palmisano. Peristiwa juga menandai sebuah milestone khusus, karena Ginni adalah CEO IBM wanita pertama sepanjang sejarah.

Sejak menjadi CEO, Ginni harus menghadapi fakta terus menurunnya pendapatan IBM dari unit hardware. Semakin banyaknya pesaing membuat server, storage, dan hardware lain menjadi komiditi dan menipiskan margin keuntungan. Kenyataan ini mendorong Ginni mencoba memposisikan ulang IBM. Ginni menginginkan IBM fokus ke teknologi yang menawarkan sustainability lebih menjanjikan, yaitu cloud, artificial intelligence, serta analytic.

Ginni pun sangat yakin AI (atau IBM menyebutnya cognitive system) akan berpengaruh besar dalam seluruh aspek kehidupan. “Lima tahun ke depan, cognitive system akan mempengaruhi setiap keputusan yang kita ambil” ungkap Gini saat diwawancarai media Recode. Ginni menunjuk sejumlah peluang pemanfaatan AI di dunia kesehatan, edukasi, dan finansial. “Bahkan [cognitive system] bisa bermanfaat untuk aktivitas sehari-hari” tambah Ginni.

Langkah IBM di dunia kedokteran sudah dimulai tahun lalu dengan merilis layanan IBM Watson Health. Melalui layanan ini, IBM menggandeng institusi kesehatan untuk bersama “mengajarkan” Watson keahlian seputar penyakit tertentu. Salah satunya adalah kerjasama dengan Memorial Sloan Kettering Cancer Center (MSK), sebuah institusi asal New York yang memiliki keahlian khusus seputar penyakit kanker.

Wujud kerjasama tersebut adalah membuat Watson for Oncology yang merupakan aplikasi seputar penyakit kanker. Aplikasi ini dibangun berdasarkan pengetahuan dokter-dokter di MSK yang memiliki keahlian spesifik di berbagai jenis penyakit kanker. Informasi

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.