Menggunakan Kecerdasan Buatan

Info Komputer - - Inspiring People -

Mengapa Moiseenkov begitu ngotot supaya timnya fokus terhadap pengembangan Prisma? Sebabnya antara lain adalah karena Prisma menggunakan kecerdasan buatan ( artificial intelligence atau sering disingkat AI) dalam melakukan pengolahan foto. Jadi Prisma tidak sekadar menggunakan filter pengolah foto seperti halnya aplikasi yang lain. Namun sebenarnya, foto tersebut digambar ulang menggunakan kecerdasan buatan yang mampu “berpikir” sebagai seorang Vincent Van Gogh atau Pablo Picasso. Tanpa mengecilkan peran pengembang pengolah foto berbasis filter biasa, pengembangan kecerdasan buatan sebagai pengolah foto tentunya memiliki tingkat kesulitan yang jauh lebih tinggi.

Alexey Moiseenkov memang sangat berminat terhadap pengembangan kecerdasan buatan. Apalagi setelah ia mempelajari sebuah sistem kecerdasan buatan bersifat open source bernama DeepArt. Sebelum melanjutkan pembahasan tentang hal ini, mari sejenak melihat perjalanan karier Alexey Moiseenkov.

Sebagai seorang sarjana teknik lulusan Polytechnic University Rusia, Moiseenkov dikenal memiliki ketertarikan yang kuat terhadap dunia aplikasi mobile. Sebelum lulus, Moiseenkov malahan telah mendirikan sebuah startup digital. Startup yang didirikan pada bulan Desember 2010 tersebut bernama Just Juice dan mengembangkan aplikasi berbasis lokasi yang memberikan rating terhadap lokasi tertentu. Karena terbatas hanya untuk wilayah Rusia dan usianya juga sudah cukup lama, mungkin sulit bagi kita untuk melihat rupa aplikasi Just Juice tersebut, namun konsepnya kira-kira mirip dengan Foursquare. com.

Di startup Just Juice tersebut, Moiseenkov berperan sebagai pengembang aplikasi Android merangkap CEO. Selama kurang lebih tiga tahun, Moiseenkov terlibat dalam pengembangan Just Juice.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.