Pulang Kampung

Info Komputer - - Solution Provider -

Jika menengok ke belakang, Kargo bisa dibilang asimilasi dari perjalanan karier Yodi selama ini. Setelah lulus kuliah, ia sempat membuat startup Doocu yang bergerak di bidang dokumen. Namun karena ingin memberi manfaat lebih besar, Yodi memutuskan ke perusahaan konsultan penerbangan Flight Focus yang berpusat di Singapura. “Kami membangun software optimalisasi operasional pesawat,” cerita Yodi. Berkat software tersebut, perusahaan penerbangan seperti AirAsia bisa menurunkan biaya operasional sampai sepuluh persen. Setelah itu, Yodi berpindah-pindah ke beberapa perusahaan di Singapura sampai akhirnya kembali ke Indonesia.

Ada idealisme tersendiri mengapa Yodi memutuskan kembali ke tanah air. “Saat di Singapura saya melihat banyak teknologi bagus yang bisa memberikan impact besar di Indonesia,” ujar Yodi mengungkapkan alasannya. Salah satunya adalah konsep optimalisasi operasional pesawat yang kemudian diterapkan di Kargo ini. “Kami ingin memberikan solusi logistik yang efektif sehingga cost otomatis menjadi turun,” tambah Yodi.

Bersama lima belas orang timnya, Yodi pun mendirikan Kargo di November 2015. Awalnya Kargo menjajal sistem distribusi dalam kota, lalu berkembang menjadi antarkota di Juni 2016. “Namun masih terbatas di Jawa dan Sumatera,” ungkap Yodi. Kepada para pengusaha truk, Kargo menawarkan solusi TMS berikut pelatihan cara penggunaannya. Untuk mengejar tingkat adopsi, sistem TMS Kargo ini pun masih gratis digunakan pemilik truk. “Ke depannya akan berbasis transaction fee,” ujar Yodi menjelaskan model bisnis Kargo.

Meski menawarkan berbagai perubahan bagi pengusaha, akusisi vendor menjadi tantangan utama Kargo. “Untuk mencari perusahaan trucking yang tersebar di seluruh Indonesia ini sangat susah,” ungkap Yodi sambil tersenyum lebar. Mayoritas pengusaha tidak bergabung di asosiasi, serta jarang yang menyebutkan eksistensinya di internet. “Bahkan banyak yang tidak punya papan nama di kantornya,” ungkap Yodi. Walhasil, kini Kargo lebih banyak mengandalkan penawaran door-to-door yang terbilang memakan waktu dan tenaga.

Meskipun begitu, Kargo saat ini sudah mampu bekerja sama dengan enam puluh perusahaan distribusi. “Satu perusahaan bisa memiliki 50 sampai 300 truk,” ungkap Yodi menggambarkan armada yang kini tergabung di Kargo. Untuk menjamin kualitas layanan, Kargo melakukan seleksi yang cukup ketat kepada perusahaan truk. Yang pertama adalah perusahaan tersebut harus sudah menjadi badan usaha. “Kami juga mengecek mereka telah pernah mengirim ke mana saja dan siapa kliennya,” tambah Yodi.

Namun berkaca dari keadaan di lapangan, rendahnya kualitas layanan perusahaan distribusi sebenarnya banyak disebabkan sistem pengerjaan yang masih manual. “Contohnya soal salah kirim atau dokumen terselip, itu penyebabnya karena semua proses masih berlangsung manual,” ungkap Yodi. Ketika beralih menggunakan sistem berbasis digital, sebagian besar masalah itu bisa diatasi.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.