Inovasi Open Source di ASEAN

Saat ini semakin banyak perusahaan mengadopsi open source. Hal ini tidak lepas dari kemampuan open source mendorong lahirnya inovasi.

Info Komputer - - What's New -

Berbeda dengan anggapan umum, open source bukanlah merupakan sebuah perusahaan atau produk. Open source adalah cara berinovasi dan berkolaborasi. Open source berbicara tentang sekelompok orang yang bekerja sama untuk menciptakan ide-ide yang inovatif. Teknologi-teknologi yang paling inovatif saat ini, mulai dari Internet of Things (IoT) hingga mesin pembelajaran, seluruhnya didorong oleh open source. Open

source memiliki potensi untuk berdampak bagi banyak orang dari semua lapisan masyarakat, dan secara signifikan memperkaya cara kita hidup.

Di seluruh wilayah ASEAN, kami melihat pertumbuhan yang sangat luar biasa dalam perkembangan open source. Di sektor jasa keuangan saja, pengadopsian open source telah bertumbuh sebesar 7,5 persen pada tahun lalu, jika dibandingkan dengan tahun 2013 (IDC/Red Hat, Future of Asia Pacific Financial Services Report, 2015). Selain itu, kami bahkan telah melihat pertumbuhan lebih dari 120 persen bagi pengadopsi jasa keuangan terbesar di wilayah ASEAN, yang didorong oleh kebutuhan akan kustomisasi yang lebih cepat dan peningkatan tuntutan keamanan.

Transformasi Melalui Open Source

Potensi ini secara brilian telah ditunjukkan oleh BSE (sebelumnya Bombay Stock Exchange Ltd.) yang baru-baru ini melakukan peralihan dari teknologi hak paten ( proprietary) ke open source. Melalui open source, BSE mengurangi waktu transaksi perdagangannya dari 10 milidetik menjadi 6 mikrodetik, yang menjadikan BSE sebagai bursa efek tercepat di dunia. Hal ini pun mendorong peningkatan volume perdagangan, dari 10 juta menjadi 400 juta transaksi per hari.

Open source juga merupakan bagian terpenting dalam inisiatif smart city di seluruh wilayah ASEAN, di antaranya Singapore Smart Nation Vision. Apabila proyek-proyek ini tidak dibangun menggunakan open source, proyek-proyek tersebut akan sangat bergantung pada teknologi hak paten, yang pada akhirnya akan menghambat kemajuan. Di negara-negara berkembang di kawasan ASEAN,

open source digunakan untuk mendorong inovasi guna mengatasi tantangan-tantangan bangsa yang lebih besar. Open source telah berkembang dari suatu metode pengkodean menjadi suatu filosofi yang bermakna.

Artificial intelligence (AI) merupakan suatu teknologi lain yang sangat menarik, dan kami meyakini bahwa teknologi ini akan meyakinkan lebih banyak perusahaan untuk beralih dari solusi-solusi proprietary ke open source. Perusahaanperusahaan seperti Google dan Facebook telah memanfaatkan

open source bagi teknologi AI mereka, karena mereka menyadari keunggulan-keunggulan yang dimiliki oleh pendekatan kolaboratif terhadap perkembangannya yang pesat.

Momentum Yang Tak Terbendung

Kian banyaknya perusahaan memasukkan open

source ke dalam setiap komponen utama bisnis mereka menunjukkan tanda penerimaan yang tidak terbantahkan di seluruh lanskap teknologi. Bahkan, para CEO saat ini menghubungkan open source dengan inovasi; bukan hanya sebagai strategi penghematan biaya di lingkungan operasional yang menantang saat ini.

Kami pun sangat antusias terhadap potensi berbagai teknologi berkembang berbasis open source, seperti container untuk pengembangan aplikasi. Terlepas dari beberapa kesulitan yang harus diperbaiki terkait ketergantungan, seluruh fungsionalitas fiturnya merupakan hal-hal yang memang dibutuhkan sebagian besar perusahaan untuk melengkapi dan menyadari manfaat penuh dari Web 2.0.

Menuai Manfaat

Nilai sesungguhnya dari teknologi open source hanya dapat disadari beberapa saat setelah teknologi tersebut benar-benar dioperasikan. Para pengadopsi awal kini sedang menikmati penghematan jangka panjang untuk mengganti investasi awal mereka, serta keuntungan-keuntungan nyata, seperti peningkatan kelincahan bisnis, dan banyak manfaat lainnya.

Dengan solusi dan dukungan open source dari Red Hat, Singapore Nanyang Technological University (NTU) mampu mengintegrasikan cloud privat dan publik mereka dengan lancar. Arsitektur

cloud hibrid yang baru memungkinkan NTU untuk menikmati komputasi yang lebih elastis, sekaligus menghadirkan peningkatan performa yang substansial, serta penghematan waktu dan biaya. Para pengguna kini dapat dengan cepat mengakses sumber daya berdasarkan permintaan, dan bukan melalui penyediaan manual. Pengaksesan yang dahulu memakan waktu satu hari kini dapat diselesaikan hanya dalam kurun waktu 30 menit.

Naskah: RULLY MOULANY, (Country Manager, PT Red Hat Indonesia)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.