Intel AS Ungkap Upaya Hacking dalam Pilpres AS

Badan intelijen Amerika Serikat mengungkapkan adanya usaha hacking yang dilakukan Rusia dalam pemilihan presiden (pilpres) AS pada tahun lalu.

Info Komputer - - What's New -

Perintah hacking tersebut bahkan disebutkan datang dari Presiden Rusia, Vladimir Putin. Hasil pilpres AS kemarin memang cukup mencengangkan. Pasalnya Hillary yang mendapat banyak dukungan, yang terbukti dari beberapa hasil survei, justru mengalami kekalahan dari Donald Trump.

Berbagai spekulasi pun datang bertubi-tubi. Salah satunya adalah dugaan upaya hacking dari negara luar untuk memenangkan Donald Trump. Sudah menjadi rahasia umum pula jika hubungan antara AS dan Rusia memang tengah dilanda ketegangan.

Direktur FBI, James Comey bersama tiga kepala intelijen AS pun telah berbicara dalam sidang Komite Senat AS. Dalam laporannya, ia menyebut Kremlin (Rusia) memerintahkan kampanye terselubung yang membantu meningkatkan peluang pemilihan presiden Donald Trump.

Taktik kampanye tersebut yaitu dengan cara menginstruksikan para hacker untuk mencuri

file sensitif dari Komite Nasional Demokrat (partai pengusung Hillary Clinton). Selanjutnya, adanya perubahan ke database pendaftaran pemilih mengakibatkan adanya kekacauan di hari pemilihan. Comey menyebut, meski tujuan mereka melakukan penyusupan itu tidak jelas, namun tidak ada keraguan bahwa Rusia menyerang, mengganggu, dan mengambil data dari beberapa sistem tersebut.

Menteri Luar Negeri AS di masa pemerintahan Obama, John Kerry dinilai cukup berhati-hati menyatakan pendapatnya dalam sebuah wawancara dengan BBC pada awal Januari lalu. Kerry menyatakan keengganannya terlibat dalam perdebatan politik yang terus berkembang dari hari ke hari, apalagi yang terkait pilpres. Ketika ditanya perihal penilaiannya terhadap bukti hacking Rusia terhadap pilpres, Kerry menjawab diplomatis, “Rakyat Amerika harus memberikan penilaian mereka sendiri.” Tampaknya para pejabat pemerintahan menahan diri untuk berkomentar lebih lanjut.

Sementara itu, Presiden Terpilih AS, Donald Trump memilih menyibukkan dirinya serta mengecam aparat intelijen AS melalui twit- nya. Trump bersikeras menyatakan tidak ada bukti bahwa hacking memengaruhi hasil pilpres. Bahkan ia sempat menyebut jika keributan soal hacking seperti “perburuan penyihir” secara politik. Anehnya, meski pihak AS meyakini adanya upaya hacking, intelijen AS menyebut tidak ada bukti yang menunjukkan Rusia melanggar atau mengubah sistem penghitungan/penilaian selama pemilu.

mgtvwrbl.files.wordpress.com

Naskah: INDAH PM

 cdn.timesofisrael.com

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.