Toko Online Melibas Toko Tradisional

Dalam delapan bulan mendatang, Amazon akan membuka lowongan kerja bagi seratus ribu warga Amerika Serikat, termasuk karyawan di gudang terbaru milik Amazon di Baltimore, Maryland, Amerika Serikat (AS). Alokasi karyawan baru ini akan memperkuat posisi Amaz

Info Komputer - - What's New -

Sekitar 24 km dari tengah kota Baltimore, mal tertua dan terbesar di Baltimore, Owings Mills Mall tampak tinggal reruntuhan saja. Sebelum tutup total, mal yang berdiri sejak 1983 itu memiliki 155 toko di dalamnya. Mal itu jelas bukan mal sembarangan, karena memiliki luas sekitar seratus ribu meter persegi dengan penyewa dengan nama besar seperti Macy’s dan J. C. Penney.

Ekonom Joseph Schumpeter, sebagaimana dikutip dari

NYTimes, menyebut dua peristiwa kontras itu sebagai “creative

destruction”, ketika terjadi proses pergantian sistem ekonomi lama menjadi baru dan berbeda. Jadi, walaupun seratus ribu lowongan kerja dari Amazon tampak menggembirakan, pada dasarnya terjadi pengurangan jumlah karyawan di beberapa mal dan pusat perbelanjaan di seluruh Amerika.

Dalam jangka panjang, hal ini sebenarnya bukan masalah, mengingat produktivitas adalah aspek penting dalam pertumbuhan ekonomi. Terlebih, Amazon memaparkan bahwa di antara seratus ribu lowongan kerja itu terdapat beberapa programmer dan pengembang peranti lunak yang digaji sangat besar, di samping pekerja lain yang diupah per jam. Namun demikian, dalam persepsi sebagian orang, di tengah transisi itu, justru dianggap indikasi “badai ekonomi”.

“Jelas ada manfaat yang sangat besar dirasakan oleh konsumen Amazon. Tetapi jumlah orang yang akan dipekerjakan itu tidak sebanding dengan yang tidak mendapatkannya, selepas berhenti dari pekerjaan sebelumnya,“kata Prof. Lawrence Katz (ekonom Universitas Harvard) yang banyak meneliti tentang relasi ekonomi dan perubahan teknologi.

Hingga awal tahun ini, sektor retail tradisional makin banyak dikalahkan oleh toko daring dengan produk yang serupa. Juru bicara toko fesyen, Macy, beberapa waktu lalu mengatakan toko daring akan menghilangkan sepuluh ribu pekerjaan. Bahkan Limited yang bergerak di sektor serupa mengumumkan akan menutup 250 toko cabang dan merumahkan lebih dari empat ribu karyawannya.

Membesarnya Amazon juga tidak serta-merta meningkatkan serapan tenaga kerja. Amazon sendiri sudah dan akan terus menerapkan sistem otomatisasi, salah satunya adalah sistem robot mekanik dalam proses kerja di gudang-gudang mereka. Walaupun tidak menggantikan sepenuhnya pekerjaan manusia, yang jelas beberapa elemen pekerjaan manusia memang sudah lama digantikan oleh mesinmesin.

Kelak di masa depan, otomatisasi akan makin mendominasi, ketika teknologi kecerdasan buatan kian menyamai kecerdasan manusia, termasuk misalnya proses distribusi barang yang tak akan lagi memerlukan supir truk. Pasalnya, truk mampu berjalan sendiri secara otomatis. Dan Amazon telah merintis itu, setidaknya dengan bantuan drone.

Naskah: VINSENSIUS SITEPU

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.