Kasus Galaxy Note 7 Tak Pengaruhi Laba Samsung

Samsung mencatat kenaikan pendapatan di kuartal empat kemarin. Ternyata, kasus Galaxy Note 7 tidak berpengaruh terhadap kinerja Samsung secara keseluruhan.

Info Komputer - - What's New -

Kasus terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 di tahun 2016, disusul penarikan 2,5 juta perangkat itu dari pasar dunia, ternyata tidak berpengaruh besar terhadap laba yang diperoleh Samsung secara keseluruhan. Laporan keuangan resmi yang dirilis perusahaan itu pada akhir Januari 2017 mengungkapkan bahwa pada rentang kuartal keempat 2016, Samsung mencetak kenaikan laba hingga dua belas persen atau setara dengan US$2,1 miliar. Sebagai perbandingan, pada laporan kuartal ketiga 2016 (periode peristiwa terbakarnya ponsel tersebut), Samsung menyatakan penurunan laba yang terjadi adalah yang terburuk dalam dua tahun terakhir. Divisi Samsung Mobile yang bertanggungjawab dalam proses produksi Samsung Galaxy Note 7, pada kuartal yang sama, mengalami kerugian hingga 96 persen.

Penyebab panas yang tinggi hingga terbakarnya Samsung Galaxy Note 7 disebutkan secara resmi oleh Samsung, disebabkan oleh desain penutup baterai yang kurang sempurna, sehingga memungkinkan kutub negatif dan positif bersentuhan secara langsung dan menghasilkan panas.

Pemasukan kuartal keempat itu didorong oleh hasil penjualan di sektor komponen, seperti memori

high-end berteknologi V-NAND ditambah dengan

display panel, layar OLED dan LED, serta layar berkualitas

ultra high definition (UHD). Nilai tukar dolar AS-won yang sedang menguat juga mendorong besaran pemasukan tersebut. Di sektor

mobile business, pemasukan year-on-year utamanya didorong oleh Galaxy S7 dan Galaxy S7 Edge, ditambah dengan beberapa model lainnya, di segmen mid end dan low end.

Khusus di sektor komponen, pada 2017 ini, Samsung juga menyatakan akan menggenjot performa produk-produk berbasis semi konduktor dan flexible OLD dan panel LCD berukuran besar. Pemasaran DRAM dan NAND akan pula ditingkatkan seiring meningkatnya permintaan data center

servers dan perangkat mobile. “Di sektor mobile, pada tahun ini, perusahaan akan melanjutkan inovasinya di bidang peranti lunak dan keras, khususnya peningkatan demi keamanan pengguna. Walaupun penyerapan pasar ponsel tahun ini diperkirakan agak melambat, layanan kecerdasan buatan ( artificial intelligence/ AI) dianggap efektif dijadikan faktor pembeda,” demikian ungkap Samsung dalam

press release- nya. Menurut Samsung, penguatan pasar di segmen pasar premium dan kelas menengah dilakukan dengan menambahkan fiturfitur inovatif, yang biasanya hanya hadir pada model kelas menengah saja.

Naskah: VINSENSIUS SITEPU Foto: pixabay.com/firmbee

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.