TI Jadi Garda Terdepan KAI

Info Komputer - - Cover Story -

Setelah melakukan transformasi teknologi informasi secara besar-besaran sehingga dapat menyuguhkan layanan yang modern dan aktivitas operasional yang efisien, PT Kereta Api Indonesia (KAI) terus menggeliat. Era digital kini menjadi perhatian perusahaan yang telah berusia 71 tahun itu.

“Tantangan kami tahun ini adalah penumpang yang mostly sudah digital. Keinginan mereka untuk mendapatkan tiket secara

real time, keinginan mendapatkan layanan yang mungkin tidak pernah terpikirkan oleh kita sebelumnya,” ujar M. Kuncoro Wibowo (Direktur Komersial & Teknologi Informasi, PT KAI) seraya menyebut tantangan digitalisasi itu sebagai sangat luar biasa.

Kendati PT KAI merupakan satusatunya penyelenggara layanan

railway di Indonesia, persaingan dengan moda transportasi lain tetap menjadi tantangan. Gebrakan berupa layanan baru PT KAI yang mungkin belum pernah ada sebelumnya di sektor transportasi adalah door to door service. Kalau selama ini penumpang diantar kereta api dari stasiun ke stasiun, “Nantinya kami akan antar penumpang dari rumah ke rumah!” jelas Kuncoro penuh semangat.

Bagaimana caranya? Di sinilah teknologi informasi memainkan perannya. Melalui aplikasi, selain memesan tiket, penumpang kereta api dapat melakukan pre

order taksi, makanan, porter, hotel/ akomodasi, bahkan pre order oleholeh. “Jadi istilahnya penumpang tinggal bawa badan,” imbuh Kuncoro.

Entertainment on train juga akan tersedia melalui pemasangan

Wi-Fi hotspot di gerbong-gerbong kereta. “Harapan kami, perjalanan jarak jauh penumpang akan menyenangkan, nyaman, santai, dan cerita,” ujarnya.

Mengomandani divisi Komersial, Kuncoro Wibowo juga menghadapi tantangan di angkutan barang. Namun, kali ini PT KAI tidak perlu

reinventing the wheel karena best

practice dalam membuat sistem untuk angkutan penumpang dapat dijadikan acuan. Langkah yang akan ditempuh Kuncoro antara lain memudahkan tracking barang dengan menggunakan teknologi barcode.

“Kami juga akan membuat aplikasi angkutan barang untuk [pengangkutan] batubara di Sumatra Selatan. Saya rasa ini penting sekali untuk manajemen karena selama ini kami belum dapatkan data host to host,” jelas Kuncoro.

Ada dua proyek TI yang cukup besar di tahun ini, yaitu membangun data warehouse untuk memenuhi kebutuhan

data analytics; dan membangun data center kedua PT KAI yang rencananya akan berlokasi di Surabaya. Dengan dukungan TI, PT KAI berharap dapat merealisasikan target pendapatan 2017 sebesar Rp6,3 triliun dari angkutan barang dan Rp5,2 triliun dari angkutan penumpang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.