Memanfaatkan Data, Menghadirkan Kenyamanan

Ketika mobil menghasilkan beragam data, dibutuhkan kemampuan untuk mengolah data tersebut agar bisa meningkatkan kenyamanan pengguna. Itulah tugas yang diemban Zack Hicks sebagai pimpinan tertinggi Toyota Connected.

Info Komputer - - Ti Time -

C

onnected car kian menemukan momentumnya. Berkaca dari prediksi Business Insider, diperkirakan akan ada 94 juta connected car di tahun 2021. Jika dibandingkan dengan angka 21 juta connected car yang ada di tahun 2016, berarti terjadi kenaikan sebesar 36% per tahunnya.

Potensi besar inilah yang bisa menjelaskan mengapa pabrikan mobil kini berlomba membuat platform di atas

connected car tersebut. Salah satunya adalah Toyota yang pada April tahun kemarin membuat divisi baru bernama Toyota Connected. Visi Toyota Connected cukup ambisius, yaitu memanfaatkan data untuk memberikan pengalaman lebih menyenangkan saat berkendara.

“Mobil yang ada saat ini dan di masa depan akan menghasilkan banyak data,” ungkap Zackhery Hicks. “Sudah saatnya kita memanfaatkan data tersebut untuk membuat mobil dan pengalaman berkendara yang lebih baik,” tambah Zack menggambarkan misi Toyota Connected.

Pengalaman Menyenangkan

Zack Hicks sendiri adalah sosok yang dipercaya menjadi CEO Toyota Connected. Tugas memimpin divisi baru ini tidak lepas dari pengalaman pria berusia 53 tahun ini di bidang teknologi. Selama ini, Zack yang telah bekerja selama 21 tahun di Toyota merupakan CIO Toyota Motors North America (TMNA). Dengan tugas rangkapnya sekarang, Zack memiliki tugas besar mewujudkan pemanfaatan data bagi kenyamanan pengendara.

Zack pun memberikan beberapa contoh pemanfaatan data untuk kepentingan pengendara. Contoh paling sederhana adalah mobil bisa mengetahui pola bepergian pengguna, seperti pagi saat menuju kantor dan sore saat pulang ke rumah. Sistem di mobil juga bisa terhubung ke kalender pengendara, sehingga bisa mengetahui kegiatan pengendara di hari itu. “Jadi saat pengendara naik ke mobil, ia tidak perlu lagi memprogram tujuannya. Sistem di mobil sudah tahu persis ke mana ia harus menuju,” ungkap Zack.

Sistem navigasi pintar ini juga bisa dikembangkan ke berbagai kemungkinan. Contohnya, sistem bisa menyarankan rute terbaik untuk menuju tempat tujuan. Jika terdeteksi pengendara akan terlambat sampai

tujuan, sistem akan menawarkan pengendara untuk menelepon atau melakukan panggilan Skype.

Potensi Toyota Connected akan kian besar ketika pengguna memasukkan akun media sosialnya ke sistem. “Jika pengguna memasukkan akun LinkedIn, kami bisa mengetahui alamat kantor atau ketika pengguna pindah kerja,” ungkap Zack. Sistem Toyota Connected juga bisa menganalisis status Facebook pengguna sehingga mengetahui hobi dan kebiasaan orang tersebut. “Contohnya ketika pengguna ternyata adalah memiliki hobi naik sepeda, kami bisa menawarkan mobil dengan fasilitas rak sepeda,” cerita Zack.

Untuk menjalankan inisiatif tersebut, Toyota Connected akan digawangi seratus karyawan. Mayoritas karyawan adalah data scientist yang akan merancang sistem yang bisa menggabungkan berbagai data tersebut. Sementara di sisi infrastruktur, Toyota menggandeng Microsoft dan menggunakan Azure Cloud Technology sebagai basis teknologi pengolahan data. Untuk semua investasi ini, Toyota menggelontorkan dana US$5,5 juta sebagai tahap awal pengembangan.

Teknologi di Latar Belakang

Akan tetapi, tantangan Toyota Connected memang tidak melulu soal teknologi. Ketika privasi kini menjadi isu penting, pengguna harus diyakinkan agar setuju aktivitas berkendaranya direkam. Untuk itu, Zack memastikan Toyota Connected akan memiliki aturan yang jelas soal itu. “Konsumen nantinya akan disodori pilihan yang jelas untuk masuk atau tidak ke program ini,” ungkap Zack. Toyota juga akan merahasiakan data personal pengguna dan tidak menyebarkannya ke pihak ketiga. “Tidak ada konsumen yang mau naik ke mobil untuk kemudian dibombardir dengan iklan,” ungkap Zack menyampaikan alasannya.

Untuk menjamin hal tersebut, Toyota berkomitmen untuk bekerja sama dengan pihak berwenang yang akan memonitor penggunaan data konsumen tersebut. “Bagian penting dari komitmen ini adalah bersikap setransparan mungkin mengenai pilihan opt-in dan opt-out serta bagaimana kami memanfaatkan data,” tambah Zack.

Akan tetapi, Zack yakin konsumen akan rela datanya dianalisis jika dapat memberikan manfaat yang mereka butuhkan. Saat ini, konsumen mengandalkan aplikasi navigasi di smartphone karena dapat memberikan informasi terkait rute terbaik. “Konsep [Toyota Connected] pada dasarnya sama, namun akan jauh lebih baik,” janji Zack.

Yang tak kalah penting, Zack menganggap inisiatif Toyota Connected ini adalah bagian dari usaha bersama membuat teknologi berada di latar belakang kehidupan manusia. Atau dalam istilah Zack, membebaskan konsumen dari

tyranny of technology. “Kita sering melihat keluarga sedang makan bersama di sebuah restoran namun perhatian mereka tertuju kepada

smartphone masing-masing. Itu adalah tirani teknologi,” ungkap Zack.

Dengan Toyota Connected, ketergantungan akan gadget ini diharapkan akan berkurang. “Kami akan memberikan jawaban yang dibutuhkan pada saat yang tepat,” janji Zack.

ZACK HICKS (CIO Toyota Motors North America dan CEO Toyota Connected)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.