Bagaimana Hoax Menjadi Viral

Info Komputer - - Security -

Hoax alias berita bohong, mendadak menjadi hantu yang paling menakutkan bagi pemerintahan di seluruh dunia, setelah hasil pilpres Amerika Serikat memberikan hasil mengejutkan. Hillary Clinton yang didukung banyak media besar dan diunggulkan oleh banyak lembaga survei kredibel di Amerika mengalami kekalahan yang cukup signifikan dari Donald Trump yang sebelumnya diprediksikan kalah dalam hasil survei.

A palagi setelah CIA mengeluarkan pernyataan bahwa Rusia terlibat memengaruhi pemilih dengan membocorkan informasi, yang kemudian direkayasa sedemikian rupa menjadi berita bohong/

hoax untuk merugikan Hillary sehingga diduga pemilih beralih dan tidak memilihnya.

Menang atau kalah dalam satu pertarungan adalah hal biasa. Masalahnya adalah metode yang digunakan untuk memengaruhi pemilih agak kontroversial, di mana untuk melawan kekuatan media di belakang Hillary (yang di- backup media utama Amerika dengan kekuatan dana, pengaruh dan sumberdaya yang sangat besar) digunakan kekuatan media yang sama sekali tidak terkenal, dengan dana dan sumber daya terbatas di mana banyak yang beroperasi diam-diam dari garasi rumah.

Logikanya mana mungkin kekuatan besar media yang dashyat ini bisa dikalahkan oleh media baru yang sama sekali tidak dikenal akan berhasil memengaruhi banyak pemilih untuk memilih Donald Trump? Tetapi kenyataannya ternyata berkata lain karena kekuatan yang digunakan untuk melawan media konvensional ini adalah sejenis “dark force” alias berita bohong/ hoax.

Kunci utama membuat hoax adalah bagaimana caranya membuat pembacanya tertarik membaca, lalu percaya atas hoax tersebut dan membagikan “informasi” ( hoax) yang diterimanya secara sukarela. Karena itu pembuat hoax akan mencari informasi yang sifatnya sensasional guna menarik perhatian pembaca.

Hal ini mirip dengan berita yang menyangkut selebritas yang pasti akan ramai dilihat kalau menyangkut selingkuh, kawin cerai, aktivitas melanggar hukum dan pornografi. Berita-berita yang ditampilkan dalam hoax ini mayoritas bersifat sensasional dan dalam banyak kasus, berita ini memanipulasi data, foto dan informasi. Dengan demikian, ini dapat dikategorikan sebagai berita bohong tetapi sangat menarik.

Pembuat hoax juga menerapkan prinsip dalam pembuatan berita di mana pemilihan judul yang menarik dan bombastis akan menarik minat pembaca berita. Meskipun setelah dibaca, banyak yang isinya tidak sesuai dengan judul yang bombastis, itu nomor dua. Hebatnya lagi, jika pembuat hoax sudah berpengalaman dan mampu memanipulasi data sedemikian rupa, sehingga seolah berita hoax yang dibuatnya didukung data (foto) yang direkayasa namun diklaim sebagai kebenaran. Hal ini terbukti

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.