D-Wave Kapalkan Komputer Kuantum Terbaru

D-Wave (salah satu vendor komputer kuantum) baru-baru ini dikabarkan mulai mengirim komputer kuantumnya yang berkapasitas dua ribu quantum bit ( qubit) ke konsumennya. Selain menjual produk secara fisik, D-Wave juga dikabarkan akan menyediakan layanan ko

Info Komputer - - Contents -

D-Wave (salah satu vendor komputer kuantum) baru-baru ini dikabarkan mulai mengirim komputer kuantum terbarunya yang berkapasitas dua ribu

quantum bit ( qubit) ke konsumennya.

Komputer kuantum buatan D-Wave ini dikabarkan berukuran dua kali komputer D-Wave 2X (yang hanya berkapasitas 1.000

qubit). Sebelumnya, D-Wave 2X dianggap sebagai komputer yang paling canggih saat ini. Komputer kuantum terbaru ini juga diklaim memiliki kecepatan pengolahan data lima kali lebih cepat dibandingkan seri sebelumnya dan menjadi komputer tercepat dibandingkan PC masa kini. Komputer yang diperkirakan memiliki nilai US$15 juta ini akan dikirim ke berbagai pemesannya, salah satunya adalah Temporal Defense Systems, untuk membantu menangkal ancaman siber.

Belum Bisa untuk Berbagai Keperluan

Komputer buatan D-Wave sendiri dikabarkan telah dipakai oleh Los Alamos National Laboratory, Google, NASA, dan Lockheed Martin. D-Wave menyatakan berniat melakukan

upgrade komputer yang dipakai oleh perusahaan-perusahaan itu. Yang menjadi fokus D-Wave saat ini adalah membuat sebuah komputer kuantum yang bisa dipakai untuk segala keperluan sebagaimana lazimnya PC masa kini. Namun, para pengamat menyatakan akan diperlukan waktu yang cukup lama, setidaknya sampai beberapa dekade, sebelum komputer semacam ini bisa dibuat.

Para pengamat juga menyatakan bahwa sebagaimana halnya PC konvensional, pengguna harus merasa nyaman terlebih dulu saat menggunakan komputer kuantum semacam ini. Karena itu, D-Wave berharap bahwa dengan penyediaan layanan komputasi kuantum berbasis cloud, hal ini bisa tercapai. Perusahaan lain seperti IBM dikabarkan juga telah menyediakan layanan komputer kuantum berkapasitas lima

qubit via cloud. Layanan IBM ini bisa dicoba pengguna yang ingin merasakan pengalaman menggunakan komputer kuantum.

Komputer kuantum buatan D-Wave ini sendiri dirancang menggunakan konsep penguatan kuantum. Dengan konsep ini, komputer akan menghasilkan keluaran dengan mendayagunakan medan magnet untuk menjalankan pemrosesan berbasis qubit. Sementara vendor lain seperti IBM mengembangkan komputer kuantum dengan pendekatan yang berbeda, yakni berbasis model gate. Pendekatan IBM ini diklaim lebih canggih tapi lebih sulit dibuat. Vendor lain seperti Microsoft malah berkutat dengan pengembangan komputer kuantum berbasis topologi baru dan partikel yang belum ditemukan. “Saya percaya bahwa semua pendekatan bisa dilakukan untuk mengembangkan komputer kuantum,” kata Vern Brownell (CEO D-Wave). “Saya juga yakin bahwa di masa depan, akan ada beberapa jenis komputer kuantum yang tersedia di pasaran,” ujarnya lagi. Brownell menganalogikan jenisjenis komputer kuantum ini dengan berbagai jenis chip yang ada saat ini seperti CPU, GPU, dan FPGA, di mana masing-masing memiliki kelebihan dan keunggulan sesuai penggunaannya.

Algoritma Berperan Penting

Beberapa penerapan komputer kuantum ini antara lain machine

learning, simulasi finansial, dan optimasi pemrograman. Contohnya, komputer kuantum bisa dipakai untuk membangun sebuah penggolong tertentu untuk menghasilkan pengenalan akan ucapan manusia secara lebih baik atau menandai gambar secara lebih tepat. Menurut Brownell, algoritma pemrograman memiliki peran penting untuk menjamin efektivitas kinerja komputer kuantum.

D-Wave juga dikabarkan mengembangkan perangkat lunak untuk komputer kuantumnya. Salah satu perangkat lunak ini adalah Qbsolv, sebuah perkakas berbasis open-source yang bisa mengurai kode pemrograman agar bisa dipakai di komputer kuantum. Qbsolv juga memungkinkan aplikasi yang menggunakan machine-learning framework seperti TensorFlow dan Caffe bisa dijalankan di komputer kuantum. IK

Naskah: RISTIANTO W Foto: http://www. canadianbusiness.com

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.