Transformasi Terus Bergulir

Kenaikan harga dolar memang mempengaruhi strategi perusahaan Indonesia dalam berinvestasi di produk dan solusi TI. Namun meski harga dolar mahal, transformasi digital tetap harus jalan.

Info Komputer - - Cover Story -

SEBAGAI perusahaan manufaktur dan distribusi, Delfi Limited (yang di Indonesia membawahi PT. Ceres dan Nirwana Lestari) memiliki kebutuhan khusus dari sisi pengelolaan inventori. Salah satunya adalah mengontrol inventori yang terkirim dari pabriknya di Bandung dengan gudang distribusi yang berada di Bekasi. Karena itulah saat ini mereka sedang mempertimbangkan penggunaan

RFID yang akan memudahkan mereka melakukan manajemen inventori.

Akan tetapi, rencana implementasi RFID sepertinya belum akan diimplementasikan dalam waktu dekat. Pasalnya inisiatif tersebut belum masuk dalam perencanaan tahun ini, dan kenaikan harga dolar membuat hitung-hitungan investasi menjadi lebih ketat lagi. “Karena ketika ide ini masuk, pasti dipertimbangkan sisic st- nya, dan pengaruhnya terhadap COGS” ungkap Johannes Septian (Head of Information Technology Delfi Limited). Sementara itu, kenaikan harga dolar membuat penyedia solusi RFID belum bisa memberikan harga yang sesuai dengan permintaan Delfi.

Akan tetapi, Johan mengaku perusahaannya tetap akan melakukan investasi TI lain yang telah direncanakan. “Jadi yang sudah direncanakan, akan tetap dilaksanakan” ungkap Johan. Hal ini tidak lepas dari pemahaman manajemen Ceres Indonesia akan pentingnya investasi TI. “Karena itu [investasi TI. Red] akan membantu perkembangan bisnis” tambah Johan. Tetap Investasi Ungkapan senada juga diungkapkan beberapa IT Leader perusahaan Indonesia yang InfoKomputer wawancarai. “Fluktuasi harga dolar sedikit banyak memang mempengaruhi pengeluaran IT, namun kami tetap fokus melakukan investasi pengembangan IT yang kritikal” ungkap Usman Niandinata, Head of Technology Architecture MNC Group.

Kalaupun harga dolar terus meninggi, Usman mengaku akan menerapkan skala prioritas. “Yang mendapat prioritas utama adalah investasi yang memberikan direct impact kepada bisnis, serta investasi yang bisa meningkatkan COST EffiCIENCY” tambah Usman.

Hal senada juga diungkap Tri Haryanto (Head of Information Technology PT Jasa Raharja). Fluktuasi harga dolar ini dirasa akan mempengaruhi organisasi Jasa Raharja dalam hal investasi dan pemeliharaan. Namun terlepas dari tantangan tersebut, Tri melihat pentingnya menjaga layanan Jasa Raharja

selama ini. “Jadi kami mencari terobosan baru dalam bidang teknologi terkini yang dapat memotong biaya operasional serta mengefisienkan proses yang ada saat ini” tambah Tri.

Sementara Anton Pranayama (GM IT Tokio Marine Indonesia) melihat perkembangan harga dolar belum mengganggu rencana investasi TI mereka. “Semua pr ect akan kita jalankan sesuai mid term plan, dengan menyesuaikan dget all cati n dan tentunya melakukan c st

BENEfiT ANALYSIS dengan asumsi nilai tukar saat ini” ungkap Anton.

Menurut Anton, saat ini teknologi telah menjadi komponen penting dalam berkompetisi. “Investasi IT dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja dan berkompetisi di mar et. Saat situasi pasar lebih menantang, kita perlu melengkapi diri dengan “senjata” yg tepat” ungkap Anton. Selama manfaat yang diperoleh lebih besar dibanding nilai investasi, Anton melihat investasi TI menjadi inisiatif yang layak untuk dijalankan.

Yang penting adalah menyajikan perhitungan yang tepat untuk menghitung manfaat investasi yang telah dilakukan. “Dengan memastikan investasi yang dilakukan memiliki keuntungan yang dapat dikuantifikasi, [investasi TI] dapat dianalisa dan dipertanggungjawabkan” ungkap Tri Haryanto menggambarkan pola pikir di tim Jasa Raharja saat ini. Ketika ditanya apakah fluktuasi harga dolar membuat solusi berbasis (seperti

cl d) menjadi lebih menarik, para narasumber tidak melihat korelasi itu. “Inisiatif untuk beralih ke layanan Cloud atau tidak terlalu berhubungan dengan fluktuasi dolar. Yang lebih menentukan adalah jenis aplikasi yang akan kita letakkan di layanan cl d” jawab Usman. Sementara Anton melihat pertimbangan antara ape dan pe lebih kepada manfaat dan kesesuaian dengan kebutuhan. “Kadang untuk l ng term pr ecti n, tidak selalu terlihat lebih ringan dari sisi harga. Tapi untuk IT team mungkin akan lebih simple dan RESOURCE EffiCIENT” tambah Anton. Sedangkan bagi Johan, pemilihan pe dan cape lebih kepada jenis aplikasinya. “Kalau missi n critical applicati n, saya cenderung memilih pe ” ungkap Johan. Alasannya, layanan managed ser ices untuk missi n critical applicati n akan menghindari beban besar yang harus ditanggung perusahaan dalam menyediakan sumber daya yang diperlukan. “Contohnya untuk melakukan

ac p, maintenance, maupun menyediakan pe ple yang bertanggung jawab terhadap sistem” ungkap Johan.

Investasi ke Depan

Ketika TI kini menjadi ujung tombak perusahaan dalam

berkompetisi, perusahaan Indonesia pun sudah memiliki beragam rencana untuk investasi Ti di masa depan. “ld akan menjadi salah satu teknologi yang menjadi fokus MNC Group seiring inisiatif bisnis yang mulai banyak mengarah kepada aplikasi digital, baik di media maupun di

fiNTECH” ungkap Usman. “Saat ini fokus Tokio Marine Indonesia adalah digital trans rmati n dan IT Security, serta area terkait dua hal tersebut” ungkap Anton Pranayama.

Sementara Jasa Raharja lebih menekankan solusi dan infrastruktur TI berbasis platform yang fleksibel agar bisa menjawab perubahan jaman. “Teknologi lain yang saat ini sedang menjadi perhatian kami adalah teknologi berbasis m ile, DevOps, ig data, dan juga l c c ain” ungkap Tri Haryanto.

Sedangkan Delfi mengaku akan fokus pada siness intelligence. “Target kami adalah menghasilkan

rep rt [kepada manajemen] yang dinamis dan real time” ungkap Johan. Karena itu, saat ini Johan sedang membenahi integrasi data yang tidak cuma untuk Delfi di Indonesia, namun juga di seluruh Asia Tenggara.

Artinya bisa disimpulkan, investasi TI di perusahaan Indonesia akan terus berlangsung meski harga dolar terus berfluktuasi. Karena hanya dengan pemanfaatan teknologi, perusahaan dapat bersaing di era kompetitif seperti saat ini.

“Investasi IT dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja dan berkompetisi di market. Saat situasi pasar lebih menantang, kita perlu melengkapi diri dengan “senjata” yg tepat” Anton Pranayama GM IT Tokio Marine Indonesia “Migrasi aset IT Jasa Raharja ke lingkungan cloud juga merupakan salah satu yang sedang dikaji saat ini, dengan tetap mempertimbangkan faktor finansial, keamanan, dan juga regulasi” Tri Haryanto Kepala Divisi Teknologi Informasi Jasa Raharja)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.