Cloud atau On-premises, Mana Lebih Aman?

Banyak pengambil keputusan yang memandang penyimpanan data di cloud sebagai suatu ancaman bagi keamanan data. Apakah benar seperti itu?

Info Komputer - - Security - ALFONS TANUJAYA Praktisi Antivirus Specialist Vaksin.com

MENDEKATKAN YANG jauh dan menjauhkan yang dekat, fenomena ini sudah menjadi pemandangan umum saat ini. Misalnya dalam pertemuan keluarga atau reuni, setiap individu jauh lebih sibuk berinteraksi dengan gawainya dibandingkan dengan keluarga atau teman reuninya. Fakta ini menunjukkan bahwa sekalipun secara fisik Anda dekat dan mudah dalam berinteraksi, tetapi faktanya interaksi yang terjadi sering kurang berkualitas. Kesimpulannya, jarak sudah bukan lagi menjadi penentu dalam efektivitas komunikasi, melainkan interaksi dan keseriusan dalam berkomunikasi antara kedua belah pihak yang menjadi penentu efektivitas komunikasi.

Persepsi yang sama juga sering terjadi dalam benak para pengguna komputer, khususnya pada tingkat pengambil keputusan yang memiliki keterbatasan informasi dan teknis dalam memahami perkembangan terkini tentang komputasi awan alias

cloud. Akibatnya masih banyak pengambil keputusan yang memandang penyimpanan data di cloud sebagai suatu ancaman bagi keamanan data. Mereka lebih memilih mengelola dan menyimpan datanya sendiri, karena data tersebut disimpan pada perangkat keras yang secara fisik servernya lebih mudah diakses dan dimonitor.

Padahal, data di cloud banyak yang sudah diamankan sangat baik oleh enkripsi yang hampir mustahil dipecahkan. Bahkan jika Anda menginginkan pengamanan data cloud dengan E2EE (End To End Encryption) seperti yang diterapkan oleh WhatsApp, hal ini dimungkinkan. Ada pilihan seperti Tresorit yang menawarkan E2EE atau Boxcryptor yang menyediakan E2EE untuk layanan

cloud populer. Masalah mengelola server sendiri adalah server data tersebut harus terkoneksi ke internet dan biaya terbesar yang dikeluarkan adalah biaya pengadaan perangkat keras, biaya perangkat lunak, biaya interkoneksi, serta biaya perawatan perangkat. Sebaliknya, biaya pengamanan data yang

menjadi kunci utama pelindungan data bagi perangkat yang terhubung ke internet, sering terpinggirkan dan kurang menjadi perhatian.

Seperti kita ketahui, internet penuh dengan banyak pihak dengan kemampuan luar biasa tinggi dan dengan cepat mampu mengeksploitasi atau meretas sistem apapun yang dianggap memiliki nilai ekonomi yang tinggi, khususnya data penting perusahaan. Hal ini bisa dilihat dari bobolnya sistem pengamanan perusahaan raksasa seperti Yahoo!, Target, eBay, dan Sony, yang tentunya tidak diragukan memiliki dana dan sumber daya yang cukup untuk melindungi data pentingnya.

Kalau perusahaan besar dengan dana besar saja tidak bisa lolos dari ancaman peretas, lalu apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan menegah dan kecil? Apakah terima nasib saja diretas atau mengibarkan bendera putih dan menyerah? Tentunya tidak.

Cloud Punya Kelebihan

Sekuriti adalah proses. Dalam mengamankan data Anda, Anda perlu mempercayakan kepada pihak yang ahli dan berpengalaman dalam bidang ini. Bagi kebanyakan perusahaan mungkin mustahil untuk merekrut tenaga ahli sekelas administrator Google, Azure, Amazon, atau Dropbox yang sangat berpengalaman dalam mengamankan data yang dilindunginya. Namun kabar baiknya dengan maraknya layanan

cloud ini, kita bisa menggunakan server yang dikelola Google, Azure, Dropbox, dan penyedia layanan cloud lainnya dengan hanya membayar besaran ruang data yang kita gunakan, tanpa perlu membayar secara langsung biaya pengadaan dan perawatan sistem tersebut, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Bahkan, layanan cloud ini memberikan banyak kelebihan yang tidak dimiliki bila mengelola perangkat keras sendiri seperti

n edundanc , setiap server memiliki beberapa salinan data yang disimpan di tempat yang berbeda. Sekalipun terjadi hal yang tidak diinginkan atau

FORCE MAJEURE di satu lokasi, data tersebut masih aman dan bisa diakses dari lokasi lain.

n ile bisa dibagikan tanpa perlu didistribusikan secara fisik. Cukup memberikan hak akses tanpa mengirimkan fiLE melalui

e-mail atau flASH DISK. n Kolaborasi terhadap suatu

fiLE lebih mudah. Anda bisa mengundang orang lain untuk menyunting fiLE tersebut. Setiap perubahan akan tersimpan secara otomatis dan

log perubahan tercatat dengan baik. n Anda bisa mengakses data dari belahan manapun di dunia ini asalkan memiliki koneksi internet. n Aman dari risiko kegagalan perngkat keras seperti kerusakan HARD DISK, baik karena umur pakai atau sebab lain. Namun semua keuntungan di atas hanya bisa dinikmati dengan satu catatan penting “Pengguna cloud mengamankan kredensialnya dengan baik dan sempurna”. Jika kredensial sudah diamankan dengan baik, minimal mengaktifkan TFA (Two Factor Authentication), bisa dipastikan penyimpanan data di cloud menjadi salah satu alternatif penyimpanan data yang paling efisien, efektif, dan aman di muka bumi ini.

Ada satu bonus tambahan dari cloud. Dengan maraknya

ransomware, data Anda yang tersimpan di cloud dan dimapping di komputer lokal, tentunya ikut terenkripsi jika komputer diserang ransomware. Nah, mayoritas layanan cloud memiliki fitur fiLE VERSIONING, dan hanya dengan beberapa klik saja fiLE yang dienkripsi oleh

RANSOMWARE atau tidak sengaja terhapus, akan kembali ke versi sebelumnya.

Mana Lebih Aman?

Jika ada yang menanyakan, lebih aman menyimpan data pada sistem di server on-premises atau menyimpan data di cloud, apa jawabannya? Jawabannya adalah bukan keduanya melainkan lebih aman menyimpan pada sistem yang dikelola dengan baik.

Jika Anda memilih penyedia layanan cloud yang baik dan mengamankan kredensial dengan baik, jawabannya adalah menyimpan di cloud lebih aman. Sebaliknya jika Anda memilih penyedia layanan cloud yang kurang berpengalaman dan tidak profesional serta memiliki dana yang besar untuk mendukung tim yang mampu mengelola server dengan baik dan mengamankannya dengan disiplin, jawabannya adalah mengelola server fisik sendiri di tempat sendiri alias on-premises lebih aman. IK

Kalau perusahaan besar dengan dana besar saja tidak bisa lolos dari ancaman peretas, lalu apa yang bisa dilakukan oleh perusahaan menegah dan kecil?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.