Oshin

Insight Channels - - Halaman Dapan -

Adakah di antara kita yang tahu atau ingat dengan drama berjudul Oshin? Mungkin sebagian dari kita ada yang pernah menontonnya karena drama tersebut pernah ditayangkan di TVRI tahun 1983 silam. Kini serial "Oshin" ditayangkan kembali melalui channel Wakuwaku Japan di akhir bulan Februari 2016 ini.

Oshin adalah sebuah drama legendaris produksi NHK, dan ditayangkan di Jepang dalam kurun waktu 2 tahun, tahun 1983 hingga 1984, sebanyak 297 episode. Drama tersebut adalah drama yang berhasil mendapatkan rating terbesar dalam sejarah drama di Jepang, dengan rating 52,6% (di daerah Kanto) dan rating tertinggi 62,9%.

Serial adaptasi dari kisah hidup Kazuo Wada, pendiri Yaohan Supermarket (kini Best Denki), bercerita mengenai kehidupan Oshin, seorang wanita yang lahir di desa miskin di Yamagata, dan hidup dengan kuat dan pantang menyerah menghadapi semua kesulitan yang ia temui selama hidupnya hingga akhirnya ia berhasil menjadi seorang wanita sukses dan kaya raya. Cerita Oshin ini panjang sekali; berganti majikan, tumbuh menjadi remaja, bercita-cita menjadi penata rambut, kabur ke Tokyo menolak menjadi pelayan bar, menikah, dibenci oleh mertuanya, membesarkan anak, memiliki toko ikan, melewati gempa bumi besar, perang, kesusahan hidup datang silih berganti. Hingga akhirnya kebahagiaan sejati tiba.

Cerita ini berlatar belakang di masa Meiji dan menceritakan tentang seorang anak perempuan dari keluarga miskin di Yamagata yang dikirim untuk bekerja pada keluarga kaya guna mendapatkan uang untuk hidup. Kerja keras merupakan ciri khas karakter Oshin, yang mana membuat serial original ini sangat popular di seluruh Asia dan dunia, dengan jumlah penonton yang sangat banyak.

Sebelumnya, Oshin sempat menimbulkan polemik bagi masyarakat Jepang. Yakni, ketika negara matahari terbit tersebut sedang giat-giatnya memperkenalkan perkembangan teknologinya ke seluruh penjuru dunia, dikhawatirkan kehadiran Oshin menjadi sebuah iklan yang buruk. Tak lain karena di serial ini juga terungkap sisi-sisi lain Jepang yang apa adanya. Namun yang terjadi kemudian adalah justru sebuah apresiasi yang luar biasa dari dunia luar. Sebab, ternyata di antara ekspansi teknologi Jepang, masih dijumpai gadis berkimono, upacara minum teh, tatami, atau salju yang turun di pucuk-pucuk sakura. Artinya, Jepang ternyata bisa menjadi sebuah negara maju dengan tetap berpijak pada tradisi luhur peninggalan nenek moyangnya. Artinya, ternyata kemajuan teknologi tetap bisa bersanding dengan budaya bangsa.

Menyaksikan Oshin bagaikan membaca sebuah buku harian. Masih ada pesan lain yang dapat diambil dari Oshin yaitu upaya mengangkat harkat wanita. Maklum, tradisi di negeri itu selama berabad-abad menempatkan wanita hanya sekadar ‘pelengkap’ dalam dunia yang didominasi oleh pria.

Namun dalam diri Oshin seperti sebuah pesan yang dititipkan pengarang, wanita yang pantang menyerah dalam mengarungi hidup yang penuh tantangan, untuk kemudian dia berhasil menjadi seseorang.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.