Bisnis

Mematangkan Motorik Kasar Anak- Anak Kota

Intisari - - Daftar Isi - Penulis dan Fotografer: K. Tatik Wardayati

Kurangnya sarana bermain untuk anakanak di kawasan perkotaan memunculkan peluang bisnis berupa tempat beraktivitas untuk anakanak di mal. Bukan sekadar bermain, materi yang diberikan juga akan menjadi penunjang belajar di sekolah.

Tempat aktivitas anak-anak ini di mal ini bukan sekadar menyediakan alatalat permainan dengan sistem sewa per jam. Di sini berbagai macam aktivitas yang biasa dilakukan anak, seperti senam, menari, bela diri; disatukan dan saling menunjang. Pendeknya, satu tempat dengan beragam aktivitas.

Adalah Jeanie Hartono, pengusaha di Jakarta, yang mengumpulkan semua kegiatan untuk anak-anak di satu tempat yang terpadu untuk kali pertama. Idenya

berawal setelah dia melihat berbagai kegiatan untuk anak-anak yang sebenarnya bagus, namun lokasinya terpisah-pisah. Anak-anak nyaris tidak mungkin menjangkau berbagai tempat itu karena ada kendala lalu lintas.

Melihat peluang, Maret 2011, bersama dengan beberapa pemilik modal, Jeanie mendirikan Rockstar Gym di Plaza Indonesia. “Sementara bundanya berbelanja, anak-anak bisa berolahraga dan bersosialisasi di tempat ini,” jelas Cindy Wowor, Marketing Manager Rockstar Gym, tentang alasan pendirian tempat semacam ini di mal.

Rockstar Gym terbuka untuk balita sampai remaja, mulai 6 bulan sampai 16 tahun. Mereka bisa memilih berbagai kelas yang terbagi dalam enam program yakni gymnastic, dance, ballet, martial art, fun fit, dan sport. “Visi kami sebenarnya adalah menyosialisasikan gaya hidup aktif dan sehat sejak dini. Jangan baru bergerak setelah tubuh telanjur gemuk,” tambah Cindy.

Senam itu penting

Setiap anak asalkan berbadan sehat dapat mengikuti kelas yang diadakan di Rockstar Gym. Untuk

menjadi anggota, biayanya berkisar Rp500 ribu hingga Rp2 juta, tergantung jenis membership- nya. Dengan keanggotaan, setiap anak bebas mengikuti aktivitas di beberapa cabang Rockstar Gym seperti di di Plaza Indonesia, Gandaria City Mall, Mall of Indonesia Kelapa Gading, Bintaro Jaya Xchange, dan Kota Kasablanka Kuningan.

Erni, 39 tahun, ibu dari Daariy, 4 tahun, anggota Rockstar Gym, mengaku mendapat manfaat dari keberadaan tempat-tempat semacam ini. Menurut dia, anaknya kini lebih percaya diri, tidak takut, bisa berteman dan bersosialisasi dengan teman-teman sebayanya. Selain itu yang juga membahagiakan Erni, motorik kasar anaknya semakin terampil dan tersalurkan.

Keprihatinan akan kondisi anakanak di perkotaan pula yang melandasi PT Gymnastik Indonesia mendirikan tempat serupa Rockstar Gym, bernama The Gym (Baby, Kids, Teens) pada 2012. Mereka prihatin dengan anak-anak yang kini lebih banyak menghabiskan waktunya dengan kegiatan nonfisik, seperti menonton televisi atau bermain video games serta

komputer. Namun lebih dari sekadar menyediakan tempat beraktivitas, The Gym juga diniatkan sebagai pusat pengembangan potensi anak.

Menempati area seluas 1.600 m2 di kawasan Bintaro Entertainment Center, di Tangerang Selatan, The Gym menyediakan berbagai ruang kelas untuk beraneka program. Salah satu keunggulan tempat ini adalah penyediaan fasilitas yang komplet untuk program senam gymnastic. Pihak The Gym memang meyakini, gymnastic dapat menunjang perkembangan fisik dan fleksibilitas anak sehari-hari. Dengan fisik yang terjaga, kecerdasan juga ikut berkembang.

Di The Gym, kelas gymnastic diajarkan dengan unsur fun. Kurikulumnya tidak kompetitif, namun berorientasi pada prestasi, mendorong otot-otot anak tumbuh dengan sehat, meningkatkan kekebalan tubuh, fleksibilitas, seirama dengan lingkungan, lebih peduli, dan meningkatkan rasa percaya diri anak-anak dalam bergaul dengan teman-teman sebayanya.

Selain senam, anggota juga bisa memilih berbagai tarian seperti balet, hip hop, atau cheerdance; yang banyak diikuti anggota perempuan. Atau beladiri seperti taekwondo, chanbara, atau capoeira; yang diminati terutama oleh anak lelaki. Semua program itu dapat diikuti sesuai dengan keanggotaan yang terbagi atas silver, platinum, dan gold membership; dengan biaya antara Rp700 ribu dan Rp1 juta per bulan.

Pelatih impor

Tingginya biaya keanggotaan rupanya sebanding dengan lengkapnya fasilitas. Karena mempertimbangkan faktor keamanan dari anak-anak, Rockstar Gym misalnya mengimpor segala peralatan dari Kanada dengan kualitas dan standar internasional. Di beberapa cabang bahkan dilengkapi pula fasilitas kolam renang, lapangan tenis, lapangan futsal, serta lapangan basket.

Bukan cuma peralatan, para pembimbing dan pelatih anak-anak tersebut juga diupayakan yang terbaik. Beberapa guru di Rockstar Gym misalnya, bahkan didatangkan dari luar negeri, seperti guru balet dari Rusia, gymnastic dari Filipina, atau futsal dari Brasil. Tentu saja ada guru-guru lokal yang mempunyai sertifikat mengajar untuk anak-anak dan sudah berpengalaman.

Faktor keamanan anak pun menjadi perhatian dari The Gym. “Kami menggunakan peralatan yang distandarisasi secara internasional,” jelas Helky Nugroho, Head of Marketing Communication The Gym. Sebagai pembimbing, The Gym

sendiri memiliki 20 orang instruktur profesional yang bersertifikat.

Bagi anggotanya, beraktivitas di tempat-tempat seperti ini bukanlah sekadar fun untuk mengisi waktu. Beberapa program di Rockstar Gym juga merupakan kelas akademi, antara lain gymnastic, ballet, taekwondo, serta capoeira. Setiap 11 minggu pertemuan, orangtua akan diberi rapor perkembangan anak, disebut appraisal card. Orangtua dapat memantau perkembangan latihan si anak.

“Orangtua mengetahui perkembangan anak terutama dalam hal motorik kasarnya. Sementara untuk anak-anak, merupakan sebuah penghargaan atas kerja keras mereka dan mereka bangga mendapatkannya,” jelas Cindy. Berdasarkan rapor ini pula, orangtua dapat menilai apakah anak apat melanjutkan bakatnya tersebut atau hanya sekadar aktivitas fun saja. Sementara itu di The Gym, laporan diberikan kepada orangtua setiap tiga bulan sekali.

Perhatian khusus juga diberikan untuk anak-anak tertentu. Misalnya untuk anak hiperaktif, jelas Cindy, diberlakukan shadow teacher atau guru bayangan. Tujuannya agar anak tersebut tidak mengganggu anak lain saat berlatih bersama. Anak tersebut perlu selalu diarahkan agar dapat mengikuti kembali program kelasnya.

Gymnastic dapat menunjang perkembangan fisik dan fleksibilitas anak sehari-hari. Dengan fisik yang terjaga, kecerdasan juga ikut berkembang.

Rockstar Gym kini sudah menghimpun sekitar 10.000 anggota. Kebanyakan dari mereka adalah bayi dan anak-anak, baru kemudian usia remaja. Karena kenyataan itu, mereka kini tengah mendorong kampanye agar para remaja lebih berminat lagi. Sebab ada beberapa program bela diri remaja yang dimaksudkan untuk mengembangkan kepercayaan diri, kekuatan dan daya tahan tubuh anak, menumbuhkan disipin dan sportivitas. Misalnya capoeira, chanbara, mixtabeo, muaythai, taekwondo, wushu, atau Brazilian jiu-jitsu.

Tingginya minat masyarakat terhadap aktivitas semacam ini, membuat Rockstar Gym berencana terus berekspansi bisnis. Di seputar Jabodetabek, mereka berencana membuka beberapa tempat lagi. Setelah itu, dengan merek yang sudah dipatenkan, Rockstar Gym akan segera membuka cabang di Malaysia. “Sedang dijajaki sih,” tutur Cindy tentang rencana di masa depan itu.

Kids pre-ballet untuk usia 3-5 tahun oleh pelatih dari Rusia.

Stretching sebelum gymnastics.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.