Memisahkan Antara Pribadi dan Pekerjaan

Intisari - - Jeda -

Saat menjalani profesinya, Madam Arra merasa perlu untuk berpenampilan khusus. Selain untuk memberi ciri khas, dia merasa perlu untuk memisahkan antara pribadi dengan pekerjaan. Maka jadilah dia berpenampilan seperti saat ini, memakai rambut palsu dan ikat kepala. Baru setelah itu kostumnya ikut menyesuaikan. Meski sekilas terkesan seperti bergaya gipsy (yang dikenal kuat dengan tradisi ramalmeramal) namun menurut Arra itu bukan kesengajaan.

Sementara itu Karahiyang memilih ciri khas ikat kepala dari Makassar yang disebut passapu. Dia yang me- mang memiliki darah Makassar merasa cocok dengan ikat kepala ala Pahlawan Nasional Sultan Hassanudin itu.

Ciri khas juga dibentuk dari nama panggilan. Arra sendiri memilih nama dari nama aslinya yakni Primaswara. “Tadinya mau Lady Arra, tapi terus mikir kalau sudah tua nanti bagaimana dong,” tutur dia.

Adapun Karahiyang memilih nama itu atas masukan dosennya saat berkuliah di Bandung. Asalnya dari Karaeng yang kemudian diadaptasikan ke Sunda menjadi Karahiyang. Di dalam kehidupan pribadi, nama asli pria kelahiran 1980 ini adalah Vito Andi Sapada Makmur.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.