Berkebun Angin, Memanen Listrik

Pada Mei 2015, Presiden Joko Widodo meresmikan pembangkit listrik tenaga angin di Pantai Samas Bantul, Yogyakarta. Disebutkan, ini bakal menjadi kebun angin (wind farm) terbesar yang ada di Indonesia dengan kapasitas mencapai 50 megawatt.

Intisari - - Halaman Depan - Penulis: Arnaldi Nasrum Fotografer: Soeripno Martosaputro

Ke depan, angin menjadi sumber energi alternatif yang paling dicari. Amerika Serikat bahkan sudah mencanangkan 20 persen kebutuhan listriknya akan disuplai dari kebun angin pada 2030.

Potensi angin tak diragukan lagi. Studi yang dilakukan Katherine Marvel, dkk di Lawrence Livermore National Laboratory di University of California, AS, yang dipublikasikan di jurnal Nature Climate Change tahun 2012 mengungkapkan, setidaknya 400 terawatt atau sekitar 400 triliun watt energi dapat diperoleh dari angin.

Bahkan, jika melalui proses ekstraksi pada angin yang berada di seluruh lapisan atmosfer, energi yang diperoleh dapat mencapai lebih dari 1.800 terawatt. Jumlah yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah total penggunaan energi seluruh penduduk Bumi yang hanya sekitar 18 terawatt.

Jika penelitian tadi seperti tak masuk akal, penelitian yang dilakukan Mark Jacobson dan Christina Archer ini mungkin lebih rasional. Penelitian yang dipublikasikan di jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences pada tahun yang sama itu mengungkapkan, empat juta kincir angin yang berkapasitas lima megawatt yang beroperasi di seluruh dunia mampu menghasilkan 7,5 terawatt energi tanpa menim-bulkan efek negatif yang signifikan terhadap cuaca.

Melihat besarnya potensi itu wajar jika muncul berbagai teknologi energi sumber angin. Salah satunya adalah turbin angin yang kemudian belakangan dikenal dengan istilah kebun angin. Ini adalah teknologi yang mengonversi angin menjadi listrik. Cara kerjanya sederhana. Jika kipas angin menggunakan listrik untuk menghasilkan angin, turbin angin sebaliknya. Ia memanfaatkan angin untuk menciptakan listrik. Semakin tinggi kecepatan anginnya maka potensi listrik yang dihasilkan juga akan semakin besar.

Butuh perlakuan khusus

Mohamad Dahsyat, pemerhati turbin angin dari Badan Peng-kajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) mengungkapkan, kebun angin memang memiliki prospek yang baik. Namun perlu dipahami, ini tergantung dari sumber angin rata rata tahunan. Untuk kecepatan angin rata-rata tahunan di atas 4,5m/detik dapat diterapkan. Pantai Samas memiliki kecepatan angin sekitar 5m/detik.

Sedangkan untuk kecepatan angin rata-rata di bawah 4,5 m/ detik, pemanfaatannya untuk keperluan antara lain pompa air

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.