Mengenal Kubah Sangiran

Intisari - - Dinamika - Pagerejo Pagerejo

Sangiran merupakan wilayah berbentuk kubah seluas 56 km2, terbentang di Kabupaten Sragen dan Karanganyar. UNESCO telah menetapkan wilayah ini sebagai situs warisan dunia karena kandungan fosil purbakala yang lengkap dan melimpah. Bayangkan saja, Sangiran sudah menyumbang 8o spesimen individu manusia purba.

Selain museum induk, yaitu Museum Sangiran di Kalijambe, kubah ini juga memiliki museum klaster, seperti Dayu, Ngebung, Krikilan, Manyarejo, dan Bukuran yang dijadikan tempat untuk menampung temuan-temuan fosil oleh warga sekitar sekaligus menjadi pusat penelitian dan pendidikan kepurbakalaan.

Di Museum Sangiran, terdapat koleksi lengkap fosil Homo erectus mulai dari Pithecanthropus, Meganthropus, Australopithecus, sampai Homo sapiens. Lebih dari 75% fosil manusia purba yang ada di dunia, ditemukan di sekitar Sangiran.

Kekayaan Sangiran juga terlihat dari temuan fosil fauna yang sangat beragam, menggambarkan sebuah evolusi lingkungan yang sangat panjang. Hasilnya fosil binatang laut purba hingga mamalia darat di sini membuktikan bahwa jutaan tahun Sangiran yang masih lalu berupa laut terangkat oleh proses geologis menjadi rawa, dan seterusnya menjadi daratan.

Tanah di Kubah sangiran terdiri atas tiga lapisan, yang berbeda dari wilayah Jawa pada umumnya, yaitu lapisan Pucangan (Pleistosen Bawah), lapisan Kabuh (Pleistosen Tengah), dan lapisan Notopura (Pleistosen Atas). Ketiganya menyimpan fosil purba dengan umur yang berbeda.

Pada lapisan Pucangan banyak ditemukan fosil binatang air seperti hiu, kura-kura, kepiting, buaya, kuda nil dan berbagai jenis ikan purba. Semakin ke atas semakin muda umur fosilnya, seperti gajah (Mastodon, Stegodon, Elephas), kerbau, banteng, harimau, badak, dan rusa.

Pengukuran radiometri menunjukkan Homo erectus dan fauna purba sudah menghuni wilayah sekitar Kubah Sangiran sejak lebih dari 1,5 juta tahun lalu. Ini diperkuat oleh sejumlah temuan peralatan batu yang menunjukkan perkembangan teknologi prasejarah pada masa itu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.