MALAH TERTINGGAL

Intisari - - Langlang - (Cosmas Batubara, di Jakarta)

Juli 2015, saya dan isteri berkunjung ke Eropa. Sebelum berangkat, saya sempat membaca artikel di Intisari Juli 2015, judulnya E-Paspor, “Senjata Baru” Keliling Dunia. Anakanak saya rupanya sependapat dengan artikel itu, maka paspor lama saya ganti dengan E-Paspor. Biayanya relatif lebih mahal dari paspor biasa.

Di dalam artikel itu, diingatkan bahwa jika paspor hilang di negeri orang, urusannya akan sangat panjang. Maka saya selalu menjaga paspor saya lebih daripada barang-barang lain. Selalu saya taruh paspor di saku baju yang digantung di lemari hotel atau saya masukkan safety box.

Pada 18 Juli kami sampai di Disneyland Paris dan menginap di Dream Castle Hotel. Waktu malam saya lihat pintunya tidak bisa “double lock” maka saya katakan ke isteri saya agar dompetnya disimpan baik-baik. Saya sendiri menyimpan paspor dan dompet saya di laci dekat tempat tidur. Besoknya kami berangkat dengan taksi menuju stasiun Kereta Api Montparnasse Paris.

Pada waktu membeli oleholeh di Stasiun Kereta Api Paris, penjual toko meminta paspor saya. Waktu saya raba saku baju, ternyata paspor tidak ada. Saya panik, teringat artikel di Intisari, mengurus paspor hilang sangatlah susah.

Putri saya, Prisca, menyarankan agar menelepon hotel. Namun saat ditelepon menggunakan ponsel, tidak tersambung. Saya tambah panik. Beruntung saat kami minta tolong kepada pemilik toko untuk menghubungi dengan telepon biasa, ternyata berhasil. Putri saya menjelaskan ke manajer hotel tentang kamar dan tempat saya menyimpan paspor. Setengah jam kemudian, manajer hotel sudah mengabari kalau paspor sudah ditemukan.

Putri saya meminta tolong kepada pihak hotel agar paspor

diantar saja ke Stasiun Kereta Api Paris menggunakan taksi. Biaya pengantaran 100 (sekitar Rp1,6 juta) kami yang tanggung. Sekitar satu jam kemudian, sopir taksi datang. Saya sangat terkesan bagaimana kepercayaan manajer hotel ke sopir taksi untuk membawa paspor saya. Akibat paspor yang tertinggal, tiket Kereta Api Paris menuju Lounders terpaksa dibatalkan dan membeli tiket baru untuk berangkat sekitar pukul 19.00 sampai di Lounders pukul 02.00. Pengalaman ini menjadi pelajaran berharga untuk saya.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.