Tetap kerja keras

Intisari - - SOROTAN -

Dalam pemaparan Achmad Zaky, CEO sekaligus pendiri Bukalapak.com, agar bisa bertahan di dalam persaingan, kita harus mengingat roots atau akar dari budaya kerja. “Dulu waktu kita memulai bisnis awal pasti struggle, merasa tidak aman, merasa bahwa masa depan masih jauh, merasa lapar, dan bodoh, ingin belajar hal yang baru,” tuturnya. Nah, budaya kerja seperti itulah yang tetap harus diterapkan.

Ketika bisnis sudah tumbuh, tambah Zaky, janganlah pernah merasa menjadi orang hebat, kaya, dan punya banyak pengetahuan. Jika budaya kerja tidak dipertahankan, pengaruhnya akan langsung terasa pada bisnis yang telah berjalan.

Faktor utama untuk menjaga budaya kerja perusahaan adalah SDM serta strategi perusahaan. Zaky mengibaratkan bisnis seperti sebuah mobil. Di saat berjalan, mobil membutuhkan bahan bakar (pekerja) dan melakukan navigasi (cara bekerja). Keduanya harus padu agar jalannya lancar.

Dalam perjalanan bisnisnya selama 16 tahun, Jody Brotosuseno pemilik Waroeng Steak & Shake juga melihat faktor SDM menjadi masalah besar di bisnisnya. Untuk itu ia mencoba menerapkan sebuah sistem yang disebutnya spiritual company. “Cari karyawan yang jujur susah, kalau pintar banyak,” ungkap Jody.

Spiritual company hadir sebagai sistem pengelolaan SDM dengan berbasis agama Islam. Jody menginginkan, para pekerjanya yang

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.