LEBIH SEHAT DENGAN DIET GARAM

Intisari - - JENDALA -

Bak sayur tanpa garam. Sebuah pepatah yang menggambarkan kehambaran hidup. Ya, menikmati makanan tanpa rasa asin memang tak menyenangkan. Sayang, berbagai studi ilmiah menyebut, terlalu banyak mengonsumsi natrium bakal meningkatkan risiko jantung koroner, hipertensi, dan diabetes.

Berdasarkan Peraturan No. 30 tahun 2013 Menteri Kesehatan, batas konsumsi natrium adalah 2.000 mg/ orang/hari atau setara 5 g garam. Sementara itu, tingkat konsumsi garam di negara-negara Barat sekitar 10 g/hari. Untuk negaranegara Asia jauh lebih tinggi lagi.

Sebenarnya ada cara cerdik untuk menyiasati agar makanan yang kita konsumsi tetap terasa gurih tanpa menggunakan garam berlebih. Journal of Food Science menyatakan, dengan menambahkan 0,7% monosodium glutamat (MSG) di sup pedas bisa mengurangi asupan natrium hingga 32,5%. Fakta berbicara, kandungan natrium di MSG hanya 1/3 garam meja.

Oleh karena itulah, MSG dalam porsi yang “secukupnya” disarankan sebagai penambah rasa yang baik. Sebab tidak akan meningkatkan kadar natrium dalam makanan.

Mengacu pada BPOM dan PERMENKES no.33 tahun 2012, asupan harian MSG adalah “secukupnya”. Artinya, dapat digunakan sebagai bahan tambahan pangan (BTP) penguat rasa yang mempunyai toksisitas sangat rendah. JECFA (komite PBB mengenai BTP) menegaskan, kata “secukupnya” yakni tidak berbahaya bagi kesehatan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.