Cinta Tumbuh di Otak, Bukan di Hati

Intisari - - Healthy Life -

Banyak orang yang mengira, jatuh cinta itu berasal dari hati. Padahal, jatuh cinta munculnya di otak. Tak heran, jika ada guyonan yang menyebut, cinta itu pakai otak, bukan hati. Dan memang benar bahwa otak berperan penting ketika jatuh cinta.

Hasil penelitian Universitas Loyola, AS, pada 2009, mengungkapkan, ketika jatuh cinta, aliran darah akan meningkat ke pusat otak. Peningkatan itu membuat seseorang seperti mengalami kecanduan obat bahkan mirip dengan penyakit mental. Artinya, jatuh cinta itu tumbuh di otak, bukan di hati.

Penelitian lain juga memperkuat pandangan itu. Seperti yang dilakukan Profesor Stephanie Ortigue, peneliti dari Syracuse University, AS, yang menemukan, ada sekitar 12 area di otak yang bekerja ketika seseorang jatuh cinta. Ke-12 area itu saling terhubung dan menghasilkan reaksi kimia atau perubahan hormonal, yang menciptakan rasa bahagia dan hati bergejolak tidak karuan. “Suatu proses di otak dapat menstimulasi hati. Perasaan yang muncul di hati sebetulnya merupakan gejala atas proses yang terjadi di otak,” jelas Ortigue.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.