OTOTREN

Nyaman dan Aman Saat Duduk di Kursi Kemudi

Intisari - - News - Penulis: Bramantyo Indirawan Ilustrator : Mohamad Rizky

Saat berada di kursi kemudi mobil, pastikan kita duduk dengan benar. Selain alasan kenyamanan, ternyata duduk dengan posisi yang salah dapat memengaruhi tubuh kita hingga membahayakan keamanan berkendara.

Kesalahan umum yang biasa dilakukan oleh pengemudi mobil pemula adalah duduk terlalu dekat dengan setir. Membentuk posisi seakan “duduk dan memohon” karena sikut serta pergelangannya terlalu menekuk membentuk sebuah gerakan yang tidak baik untuk tubuh.

Untuk duduk ideal di kursi kemudi mobil, sebenarnya kita harus memposisikan tangan hampir lurus sambil memegang setir pada jarum jam 10 dan 2 atau 9 dan 3 tergantung mana yang lebih nyaman.

Beberapa mobil memiliki pengaturan pada setirnya agar dapat didekatkan dengan pengemudi. Melalui kolom setir yang bisa mengatur tinggi dan kedekatan. Cari posisi ternyaman yang membuat tangan hampir lurus dengan sedikit tekukan pada sendi.

Jarak kaki dengan pedal mobil juga menjadi hal penting apabila kita ingin berkendara nyaman dan santai. Atur kursi agar kaki kita dapat memanjang tetapi jangan sampai terlalu lurus. Apabila saking lurusnya hingga harus kembali memanjangkan kaki untuk menginjak pedal kopling, maka atur kembali posisi kursi.

Menurut Dr. Ferius Soewito, SpKFR, QWP, kita harus duduk secara ergonomis saat menyetir mobil. Pastikan sudut antara tubuh dengan kaki kurang lebih 90 derajat. “Bila ingin sandaran, diupayakan juga kurang lebih demikian. Paling landai sekitar 130 derajat, karena sudut demikian, titik berat tubuh dapat dibantu oleh tulang dan otot. Bila terlalu landai, dikhawatirkan akan membebani ligamen,” tambahnya.

Saat duduk di kursi kemudi, lutut

dan kaki sebaiknya tidak terlalu menggantung. Posisi kaki yang ideal memiliki sudut lutut kurang lebih 90 derajat juga. Selain itu hindari posisi duduk yang terlalu landai serta yang miring-miring, baik ke kanan atau kiri.

Kalau menyetir mobil dalam waktu yang cukup lama, Dr. Ferius juga menyarankan agar dompet jangan ditaruh di kantung belakang. Kebiasaan ini dapat menekan saraf di daerah bokong, apalagi bila dompetnya cukup tebal. Posisi panggul dapat menjadi miring sehingga memengaruhi tulang belakang yang juga ikut miring.

Apabila kita telah berhasil mendapatkan posisi duduk nyaman yang bisa dikatakan ergonomis, berkendara untuk waktu yang lama hingga berjam-jam pun tidak masalah. Akan tetapi untuk ketahanan maksimum dalam berkendara tetap kembali ke individu masing-masing.

Dalam berkendara yang lama seperti mudik, ada baiknya memiliki pasangan yang selalu siap menggantikan, apalagi bila kondisi sedang tidak terlalu fit. Jadi ketika badan terasa lelah, bisa langsung digantikan. Sedangkan bila tidak ada pengganti, kita dapat beristirahat dengan menepi terlebih dahulu.

Apabila posisi duduk kita tidak benar tentunya risiko ikut serta bermunculan. “Dari nyeri pinggang, nyeri bokong yang menjalar ke kaki (sindrom piriformis), dan pengapuran lutut,” tutur Dr. Ferius.

Gejala yang timbul akibat sindrom ini adalah nyeri, kesemutan, atau mati rasa di bagian belakang paha, betis, atau kaki.

“Kesalahan pada posisi duduk dan pengaturan setir mobil dapat membuat pengemudi untuk mengadopsi postur janggal, bungkuk, dan tanpa dukungan sehingga menyebabkan ketidaknyamanan,” ungkap Margaret Hanson, seorang pakar ergonomis dan spesialis faktor manusia di firma konsultasi Inggris bernama WorksOut.

Kini Anda bisa mencoba berkendara dengan posisi duduk terbaik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.