/ HEALTHY LIFE

Lari: Pilih Treadmill Atau di Alam Terbuka

Intisari - - News - Penulis: Tika Anggreni Purba

Begitu banyak jenis olahraga kardiovaskular, namun lari ternyata tetap menjadi pilihan yang paling populer saat ini. Selain mudah dilakukan, mungkin alasannya karena persiapannya juga tidak ribet. Lari juga terbukti efektif membakar kalori, selain terasa mudah dan menyenangkan. Apalagi ( jangan lupa!) belakangan olahraga ini juga sedang ngetren.

Sering kali para penggemar olahraga lari, membandingkan antara lari di treadmill dengan lari di alam terbuka alias luar ruang. Sebenarnya kedua aktivitas ini tidak jauh berbeda. Kalau boleh diibaratkan, lari di treadmill sama dengan menyeduh kopi menggunakan mesin. Sedangkan lari di alam terbuka, ibarat menyeduh kopi secara manual. Hasilnya sama-sama kopi yang siap diminum.

Perbedaannya hanya ada pada masalah selera dan minat setiap orang pada masing-masing cara itu. Di antara keduanya juga terdapat sisi kuat dan lemahnya masing-masing. Hal inilah yang mesti dipahami lebih dahulu.

Waktu tepat untuk berlari

Jika menyoal tentang variasi dan suasana saat melakukannya, berlari menggunaka treadmill memang kalah jauh. Berlari di treadmill cenderung monoton. Apalagi jika dibandingkan dengan di jogging track misalnya. Di lintasan lari kita bisa menemukan tanjakan maupun turunan. Begitu bervariasi. Apalagi jika dilakukan di lingkungan dengan suasana asri.

Akan tetapi jika situasi lingkungan di luar itu tidak terlalu mendukung, justru berlari di treadmill lebih menguntungkan. Misalnya, jika di lingkungan luar, udaranya kotor dan suasananya ramai. Treadmill juga bisa menjadi pilihan ketika cuaca buruk, misalnya saat hujan.

“Satu hal yang tidak bisa dibandingkan antara lari di treadmill dan lari di luar ruang adalah paparan cahaya matahari langsung,“terang dr. Michael Triangto, SpKO, Sports Medicine Specialist di Slim & Health Sports Therapy, Jakarta. Menurutnya, berlari di luar ruang bisa memenuhi kebutuhan tubuh akan paparan cahaya matahari, sedangkan berlari di treadmill tidak.

Tentu kita mafhum, tubuh manusia butuh cahaya matahari setiap hari. Khususnya cahaya

matahari pagi, yang bisa didapat sejak matahari terbit hingga pukul 10.00. Sebelum dan selepas waktu itu, justru tidak disarankan untuk berlari di luar ruang.

Faktanya, ada sebagian orang yang memilih berlari saat hari masih gelap atau subuh. Menurut Michael, tindakan itu tidak berbeda dengan berlari di malam hari. Orang mungkin beralasan udara pagi lebih bersih, padahal kenyataannya tidak seperti itu. “Apalagi di Jakarta yang udaranya kotor dan kotor sekali,” ujar Michael.

Perhatikan berat badan

Sebagian orang percaya, berlari di treadmill akan meningkatkan risiko cedera. Pendapat itu rupanya didasari kenyataan, ketika seseorang berjalan, maka tekanan pada sendi lutut mencapai dua kali lipat berat badan. Bahkan ketika berlari atau melompat, tekanannya mencapai lima kali berat badan.

Michael menambahkan, sebenarnya yang mempengaruhi tekanan pada sendi lutut bukan hanya aktivitas, melainkan juga permukaan tempat berpijak. Beban saat berjalan di aspal misalnya, bertambah empat kali lipat berat badan ketimbang berjalan di permukaan yang lebih lembut.

Tidak benar pula jika dikatakan permukaan keras treadmill dapat lebih mudah memicu cedera. Sebab, di luar ruang, seperti di permukaan jogging track, belum tentu lebih ramah bagi lutut.

Cedera akibat lari sesungguhnya lebih berhubungan dengan berat badan. Karena itulah kita harus memastikan dulu apakah berat

badan kita ini akan semakin membebani ketika berlari. Dari sinilah, kata Michael, bagi orangorang yang ingin berlari, sebaiknya harus mengetahui tujuan dari berolahraga lari. “Orang yang kelebihan berat badan tapi memaksakan diri berlari demi ingin kurus, tentu saja salah,” tegasnya. Berat badannya mungkin akan turun, tapi risiko cedera lututnya juga sangat tinggi.

Orang dengan berat badan berlebih, lebih baik mencari jenis olahraga lain yang memiliki manfaat yang sama, namun tidak berisiko cedera lutut. Misalnya berenang, bersepeda, dan senam.

Terkait dengan alternatif dari lari ini, ada yang perlu diluruskan. Karena ternyata masih ada sebagi-

an orang yang salah menerapkan olahraga di treadmill. Alat yang aslinya untuk berlari itu malah hanya sekadar dimanfaatkan untuk sekadar berjalan. Tentu saja hasilnya tidak maksimal. Hal inilah yang membuat orang merasa pemanfaatan treadmill tidak begitu signifikan.

Treadmill sudah nyaman

Bagi Anda yang lututnya bermasalah, saat ini permukaan treadmill yang keras, sudah tidak menjadi problem lagi. Selain sudah dapat diatur tingkat menanjaknya, soal kekerasan pijakannya juga sudah bisa disesuaikan. Tentu saja tak ada alasan bagi mereka untuk khawatir lagi.

Kalau di luar ruang, kita bisa memilih berlari di jogging track yang landasannya dilapisi karet sehingga menurunkan risiko cedera. Seperti yang sudah dibahas tadi, jika permukaan lebih keras beban sendi juga semakin meningkat.

Poin pentingnya, saran Michael, berlarilah dengan cara dan tujuan yang tepat. Misalnya, gunakanlah sepatu yang baik dan cocok untuk berlari. Pilihlah juga lokasi yang aman dan nyaman. Satu hal lagi, ketika berlari di luar ruang, permukaan lintasan lari harus rata. Berlari di permukaaan yang berbatu-batu atau di atas pasir, justru bisa merusak keseimbangan.

dr. Michael Triangto, SpKO, Sports Medicine Specialist di Slim & Health Sports Therapy, Jakarta

Orang yang memiliki berat badan berlebih berisiko tinggi mengalami cedera saat berlari.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.