/ BISNIS

Merekah di Bisnis Sewa-menyewa Barang Mewah

Intisari - - News - Penulis: Bramantyo Indirawan Pengolah Grafis : Mohamad Rizky

Pemenuhan kebutuhan tersier, setelah primer dan sekunder, sering dianggap menjadi tingkat tertinggi kesuksesan atau kesejahteraan manusia. Wajar, banyak orang mengerahkan segala kemampuan untuk mencapai tingkat itu. Apalagi, pemenuhan kebutuhan tersier juga menjadi simbol status sosial dan membangun citra serta gengsi.

Tentu, harga yang harus dibayar memang sangat tinggi. Namun, tetap saja simbol-simbol kemewahan diburu banyak orang, termasuk yang belum begitu mampu. Itu pula yang rupanya membuat bisnis penyewaan barang mewah bermunculan.

Karena menunjukkan prestise, meningkatkan harga diri, dan status sosial, atau kebutuhan citra yang menyangkut bidang usaha, terkadang barang mewah bukan lagi prioritas terakhir. Sebut saja mobil mewah seperti Mercedes Benz, Ferrari, dan Lamborghini yang memiliki harga miliaran rupiah.

Bahkan kebutuhan primer seperti sandang atau pakaian dapat bergeser ke ranah tersier karena merek yang menjualnya. Pakaian hingga aksesoris seperti tas bisa dihargai hingga puluhan juta, seperi Louis Vuitton dan Chanel asal Prancis.

Untuk membelinya tentunya kita harus merogoh uang lebih banyak. Itu pula sebabnya, jasa penyewaan barang mewah mendapat tempatnya.

Sebut saja Suparyanto (40) yang memiliki usaha penyewaan mobil mewah bernama Luminotrans sejak tahun 2013. Berkantor di daerah Cempaka Putih, Jakarta Selatan, mobil yang disewakan juga cukup beragam seperti Toyota, Mini Cooper, Porsche, hingga Ferrari.

“Kebanyakan penyewanya untuk yang sejenis Alphard sendiri banyak untuk jalan-jalan, acara, jemput tamu, bahkan ke kantor. Tapi untuk mobil-mobil yang lux seperti Mercy, BMW, atau mobil sport lain biasanya pribadi untuk jalan-jalan satu dua hari di dalam kota,” ungkap pria yang disapa sebagai Anto.

Ia menambahkan, mobil-mobil mewahnya kadang disewa untuk event atau acara. Contohnya apabila klien membutuhkan mobil mewah yang banyak tetapi sama akan meminjam ke Luminotrans, sebagai contoh mobil Italia ternama seperti Ferrari dan Lamborghini.

Jasa penyewaan mobil mewah ini juga digunakan oleh pihak perusahaan yang ingin melakukan syuting, pameran, hingga menjadi display hadiah sebuah undian

Data lengkap untuk meminjam

Dimulai dari hobi memiliki mobil dan mendadaninya bersama temantemannya, Anto menyalurkan kegemaran ini menjadi sebuah bisnis untuk kalangan menengah ke atas. Setelah mempelajari sistem rental kendaraan dari temannya ia mencari pasarnya hingga kini memimpin perusahaannya sendiri.

Alasan lain ia mendirikan penyewaan mobil mewah secara spesifik adalah untuk menghindari risiko kehilangan mobil. “Kalau mobil kecil contohnya ( kelas) Innova atau ke bawah itu risikonya sangat besar karena orang kalau menyewa itu kebanyakan hanya lepas kunci dan akhirnya digadai. Maka dari itu banyak kasus–kasus mobil rental yang hilang adalah Innova atau Avanza,” tambah Anto.

Kalau mobil mewah, khususnya koleksi Luminotrans, memiliki cara peminjaman yang cukup berbeda. Sebelum seseorang atau perusahaan ingin menggunakan jasanya, mereka akan diminta berbagai hal seperti survei tempat pemesan layaknya rumah, nomor telepon, dan dokumen-dokumen penyewa contohnya fotokopi kartu identitas.

Perusahaan yang biasa meminjam mobil di Luminotrans dapat berlangsung lama, dari bulanan hingga dua tahun. Mereka tidak ingin repot sehingga menggunakan jasanya dan menggunakan sopir dari perusahaan itu juga.

Setiap hari kira-kira Luminotrans menyewakan 10 mobil atau lebih. Toyota Alphard dan Toyota Fortuner

menjadi kendaraan yang paling banyak disewa. Alphard memiliki harga sekitar Rp3 juta per hari apabila ingin menyewa bersama dengan sopir. Sedangkan mobil yang lebih mewah seperti Lamborghini biaya sewanya berkisar di Rp50 juta per hari untuk yang lepas kunci.

Apabila harus ada servis atau perawatan lainnya saat sedang menyewa mobil, maka pihak Luminotrans akan bertanggung jawab dengan memperbaikinya. Kasus yang ditangani dari hal sederhana seperti ban kempes hingga kerusakan mesin akan ditangani pihak persewaan.

Kontrak mengatur segalanya dan apabila penyewa menyebabkan kerusakan dari diri sendiri seperti baret atau menabrak, maka harus mengganti biaya yang ditentukan oleh Luminotrans.

Sedangkan apabila penyewa telat mengembalikan mobil tentunya diberikan sanksi berupa denda. Ketika seseorang menyewa selama 12 jam atau satu hari dan lebih satu jam, maka akan dikenakan denda 10% dari harga sewa mobil yang digunakan.

Meski begitu, Anto juga memberikan kelonggaran bagi penyewa apabila hanya terlambat satu jam. Mengingat ini merupakan perusahaan jasa, memberikan servis terbaik menjadi salah satu hal penting yang diterapkan oleh Luminotrans.

Penyewaan mobil mewah dianggap memiliki prospek yang baik oleh Anto. Karena target pasarnya khusus dan tersegmen, ia optimistis menjalani bisnis ini. Ia juga merasa tidak perlu bersaing dengan jasa transportasi online karena memang pasarnya beda.

Berawal dari koleksi Selain mobil masih ada persewaan barang mewah lainnya. Salah satunya adalah tas mewah untuk berbagai keperluan para wanita seperti yang disewakan oleh Vaska Luxury.

Tasya Jude (25) sebagai pemilik perusahaan ini mengatakan, bisnisnya dimulai dari kegemarannya untuk mengumpulkan beragam tas. Dimulai dari koleksi pribadi, ia

Setiap hari kira-kira Luminotrans menyewakan 10 mobil atau lebih. Toyota Alphard dan Toyota Fortuner menjadi kendaraan yang paling banyak disewa. Alphard memiliki harga sewa sekitar Rp3 juta sedangkan Lamborghini berkisar di Rp50 juta per hari untuk yang lepas kunci.

memiliki ide untuk melakukan penyewaan karena sebuah alasan

“Saya sering mendengar kasus banyak perempuan di Indonesia dari kalangan menengah hingga atas. Mereka tuh dituntut memenuhi gaya hidup hingga terbelit utang karena membeli berbagai tas dengan kartu kredit,” ungkap Wanita yang dahulu berkuliah di Universitas Indonesia ini.

Melalui Vaska Luxury, Tasya mencoba untuk menciptakan wadah peminjaman tas pribadinya dengan biaya yang ditentukan. Perusahaan jasa yang mulai berjalan dari bulan Februari 2016 ini awalnya hanya meminjamkan ke teman kemudian akhirnya dibuka untuk publik.

Setelah akun Instagram dibuat oleh perusahaan yang berbasis di Jakarta ini, minat dari publik bermunculan. Selain itu, Vaska Luxury juga mengiklankan jasanya di Sevva.com sebagai pihak ketiga.

Klien harus menjadi anggota untuk menyewa tas mewah dengan berbagai merek seperti Michael Kors, Prada, dan Givenchy. Syaratnya adalah membayar biaya keanggotaan serta mengirimkan scan kartu identitas.

Setelah itu, orang baru bisa menyewa. Harga tas seperti Kate Spade berkisar Rp100.000 per hari. Sedangkan untuk tas merek Louis Vuitton, harga sewa Rp700.000 per hari. Saat meminjam, pelanggan harus menaruh deposit uang sebagai jaminan apabila tas Vaska Luxury tidak dikembalikan sesuai waktu yang disetujui.

Pelanggan bisa meminjam dengan melakukan pemesanan seminggu sebelumnya. Hal ini dilakukan agar peminjaman oleh klien tidak bertabrakan, karena stok tas yang disewakan dianggap masih belum terlalu banyak oleh Tasya.

Untuk mendapatkan paket harga yang terbaik, minimal harus meminjam 3 hari. Tetapi, apabila ada yang hanya ingin memesan satu hari juga diperbolehkan. Waktu maksimal penyewaan hingga satu bulan. Contohnya, ada salah satu klien yang menyewa tas Givenchy selama satu bulan penuh untuk dibawa jalan-jalan ke luar negeri.

Pelanggannya sendiri kebanyakan dari kalangan menengah hingga atas. Artis pun juga pernah meminjam di Vaska Luxury. Biasanya wanita akan menggunakannya untuk jalan-jalan, acara atau undangan pernikahan, hingga acara-acara yang memang memerlukan tas.

“Kadang kan perempuan suka mengganti-ganti tas. Cuma, mereka suka merasa sayang kalau misalnya beli tas yang sudah dipunyai tapi beda warna. Biasanya mereka akan lari ke Vaska,” ungkap Tasya.

Karena Tasya telah berpindah ke Prancis, ia melakukan bisnis ini

bersama sebuah rekan yang terus menetap di Jakarta. Walaupun berada di luar negeri. Tasya mengaku, prospek penyewaan tas mewah ini cukup bagus tetapi hambatan tentunya juga muncul seperti kurangnya stok barang yang disewakan.

Kebutuhan tersier terkadang menjadi sangat mendesak bagi sebagian orang. Untuk memenuhi kebutuhan kemewahan tak harus membeli atau keluar banyak uang. Sewa pun sudah cukup. Sebuah kebutuhan yang sekaligus melahirkan peluang bisnis segmented.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.