USUT ASAL

Intisari - - News - (Bramantyo)

Saat ini, setiap hari sekitar 205 miliar e-mail dikirimkan dari seluruh penjuru dunia. Bermacam-macam isinya, seperti surat pribadi, surat dinas, promosi, notifikasi, dll. Internetlah yang memungkinkan kita saling berkabar secara mudah dan murah. Namun di balik semua itu, tak disangka, e-mail sebenarnya tercipta lebih dahulu sebelum adanya internet.

Awalnya, e-mail merupakan pengaturan arsip yang memberikan pesan untuk pengguna lain saat mereka masuk ( log in) ke dalam komputer yang sama. Latar belakangnya, di dalam sebuah jaringan dibutuhkan solusi untuk mengirimkan surat dari satu komputer ke komputer lain. Untuk itu diperlukan sistem pengiriman dan cara untuk mengindikasikan alamat pengiriman.

Sistem itulah yang akhirnya ditemukan Ray Tomlinson asal Amerika Serikat yang mengirimkan e-mail pada 1971 dengan menggunakan simbol “@” dari keyboard. Ray saat itu bekerja untuk perusahaan teknologi Bolt Beranek and Newman sebagai kontraktor The Advanced Research Projects Agency Network (ARPANET).

E-mail pertama itu berupa pesan uji coba dengan tulisan “QWERTYUIOP” ke dirinya sendiri. Tak jauh-jauh, dikirim dari sebuah komputer ke komputer di sebelahnya di Cambridge, Massachusetts melalui jaringan ARPANET. Jaringan inilah yang pada akhirnya berkembang menjadi internet.

Pada 1974 ratusan pengguna e-mail sudah bermunculan dengan latar belakang militer. Baru pada 1975 muncul pengguna komersial, pengaturan arsip, serta ditambah penemuan perangkat lunak untuk mengorganisir e-mail yang dibuat oleh programmer bernama John Vittal. Saat ini e-mail memanfaatkan jaringan internet melalui World Wide Web dengan pengguna sekitar 4,3 miliar.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.