Menikah di Baiturohim, Disalatkan di Baiturohim

Jawa Pos - - Liga Indonesia - (ley/ary/asa/abm/c19/bas)

MALANG – Sebuah pesan singkat diterima pelatih kiper Arema FC Yanuar Hermansyah kemarin sore. Saat itu Yanuar dan penggawa Arema baru saja menjalani latihan di Lapangan Pusdik Arhanud, Pendem, Kota Batu. Isi pesan itu sangat mengejutkan. ’’AK (Achmad Kurniawan) wes gak ono (AK sudah meninggal, Red),’’ ucap Yanuar sedih.

Pemain Arema segera bergegas meninggalkan lapangan. Mereka langsung menuju Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA) Malang. AK memang dirawat di RSSA selama sepuluh hari karena serangan jantung. Selama dirawat di instalansi gawat darurat (IGD) sejak Kamis (29/12), kondisi kiper Arema itu sempat membaik. Dia sempat menggerakkan tangan dan membuka matanya, namun belum sadar. Ternyata, takdir berkata lain. Kiper kelahiran 31 Oktober 1979 tersebut akhirnya dipanggil menghadap Ilahi tepat pada pukul 17.15 WIB kemarin.

Nah, sekitar 2,5 jam setelah dinyatakan meninggal, AK dibawa menuju Singosari untuk disalatkan di Masjid Baiturohim, Dusun Tohjoyo, Desa Pagentan. Tetangga AK yang berada di sekitar masjid turut berdukacita karena berpulangnya sosok yang dikenal ramah dan suka bercanda itu.

’’Dulu menikahnya di sini (Masjid Baiturohim, Red). Sekarang meninggalnya juga disalatkan di sini,’’ tutur salah seorang warga. ’’Kasihan, sudah hampir dua minggu dirawat. Kasihan juga Femmi (Femilia Cinthia, istrinya) sekarang ditinggal,’’ ungkapnya.

Media Officer Arema FC Sudarmaji juga baru mendengar kabar duka tersebut dari sang pelatih, Aji Santoso. Lalu, dia menghubungi semua pemain. ’’Kami sangat berduka karena kehilangan pemain terbaik kami,’’ kata Sudarmaji saat ditemui di RSSA tadi malam.

Dia menjelaskan, manajemen Arema FC kali terakhir menjenguk AK dua hari yang lalu (8/1). Kondisi AK, lanjut Sudarmaji, memburuk pada Kamis (29/12). Itu terjadi setelah cuci darah pertama. ‘’Lalu, kondisinya sempat membaik. Namun, kembali drop dan harus cuci darah lagi. Kemudian, dia mengeluhkan sesak napas sampai koma,’’ ujarnya.

Suasana haru dan kehilangan makin terasa saat jenazah AK dibawa ke kamar mayat. Sejumlah pemain yang hadir terlihat bermata sembap tanda duka mendalam. Pemain-pemain Arema FC, mulai adiknya, Kurnia Meiga, Syaiful Indra Cahya, Ahmad Alfarizie, Benny Wahyudi, Arief Suyono, Adam Alis, Sunarto, Juan Revi, hingga pelatih Aji Santoso, ikut masuk ke kamar mayat. Sekitar 30 menit kemudian, jenazah dimasukkan peti dan dibawa ke rumah duka di Singosari. ’’Rencananya, malam ini (tadi malam) langsung dibawa ke Jakarta dan dimakamkan di sana,’’ tandas Sudarmaji.

MALANG POST

IN MEMORIAM: Achmad Kurniawan (kiri) merangkul Goran Gancev dalam laga tahun lalu.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.