car solusi ILMIAH ADA, KARYA SENI TERSEDIA

Sebagai negara kepulauan, perhatian dunia pendidikan di Indonesia belum tertuju pada kelautan dan kemaritiman. SMA Hang Tuah 1 punya solusinya. Kehadiran wahana bernama Rumah Bahari menarik minat untuk belajar kemaritiman.

Jawa Pos - - Pendidikan - (elo/c19/nda)

SEBANYAK 31 siswa TK Hang Tuah VII terlihat antre berbaris di Rumah Bahari SMA Hang Tuah 1 Sabtu lalu (7/1). Sembari mencangklong tas, puluhan anak TK tersebut terlihat tak sabar ingin memasuki ruangan yang didominasi warna biru laut itu.

Semangat siswa kian menggebu ketika salah seorang pemandu memberikan komando. ’’Siapa yang mau melihat ikan hiu?’’ tanyanya. Sontak ajakan tersebut disambut kompak, ’’Sayaaaaaaa’’.

Setelah pintu dibuka, bocah berumur lima tahunan itu berlarian menuju akuarium. Pandangan mata mengikuti gerakan ikan dan aneka biota laut di akuarium sepanjang 12 meter tersebut.

Memasuki Rumah Bahari, nuansa kemaritiman memang langsung terasa. Maket-maket kapal pesiar dan kapal perang terlihat berjajar di samping kiri pintu masuk. Sementara itu, di samping kanan, replika perahu pinisi yang terbuat dari kayu melengkapi fasilitas di ruangan tersebut.

Jika pengunjung mendongak sedikit, terlihat lukisan berbagai ukuran tersusun rapi. Tentu, ceritanya seputar kebaharian. Mulai nelayan mencari ikan hingga keganasan ombak yang siap menerjang.

Berjalan beberapa langkah, dipajang pernak-pernik kerajinan berbahan kerang. Ada vas bunga, piring, maupun pigura. ’’Di bagian ini kami ingin mengenalkan pada pengunjung manfaat maritim di sektor ekonomi kreatif,’’ kata Kiswojo, koordinator Rumah Bahari, kepada Jawa Pos.

Selain kerajinan, Kiswojo mengungkapkan, di ruangan seluas 16x18 meter itu terdapat sentra lain yang tak kalah menarik. Yakni, sentra laboratorium bahari. Di sentra tersebut, ada penjelasan fenomena kemaritiman. Anakanak bisa dengan mudah memahami relief dasar laut, konservasi hutan bakau, dan hukum Archimedes. Termasuk pembuatan garam yang sangat berkaitan dengan kebutuhan sehari-hari.

Nuansa edukasi semakin terasa ketika Kiswojo mempersilakan

Jawa Pos masuk ke ruangan sinema. Ruangan itu berisi kursikursi panjang. ’’Semua film yang diputar di sini tentang pendidikan, yang membuat kami sendiri,’’ kata laki-laki 53 tahun itu.

Selain film, sekitar 80 persen benda-benda yang ada merupakan buatan guru dan siswa. Pembuatan dilakukan secara bertahap oleh kelompok- kelompok kecil. Lukisan dan patung, misalnya, diserahkan kepada guru seni. Sedangkan laboratorium dikerjakan mahasiswa yang bergerak di bidang sains.

Fasilitas di bawah naungan Yayasan Hang Tuah Cabang Surabaya itu akan segera di- launching. Hingga saat ini masuk tahap melengkapi. Film, salah satunya. Film dari TK, menurut dia, belum memadai. Sementara itu, SD–SMA sudah mengumpulkan film. ’’Pembuatan film memang dibagi berdasar jenjang agar setiap pengunjung menyaksikan film yang pas dengan psikologis dan usianya,’’ ungkap guru kelas SD Hang Tuah XII itu.

Kepala SMA Hang Tuah 1 Hadi Sukiyanto menambahkan, Rumah Bahari itu didirikan sekaligus untuk program kurikulum longitudinal kebaharian yang menunggu persetujuan pemerintah. Fasilitas tersebut, lanjut Hadi, dibuka untuk seluruh sekolah yang ingin melakukan studi banding. Juga digunakan sebagai tempat praktik agar pembelajaran maritim lebih menarik. ’’Kalau anak-anak TK seperti ini

kan belajar harus konkret. Dengan melihat koleksi Rumah Bahari, mereka akan lebih cepat menangkap maknanya,’’ jelas Kepala TK Hang Tuah VII Umi Mukhoyaroh.

Umi mengapresiasi penataan sentra di Rumah Bahari. ’’Sampai sekarang, setelah muter-muter, anak- anak tetap ceria. Itu tandanya mereka menikmati,’’ ujarnya.

AHMAD KHUSAINI/JAWA POS CINTA LAUT: Febby Septiana Putri, siswi SMA Hang Tuah 1, memberikan penjelasan tentang koleksi miniatur perahu kuno Jawa kepada murid TK Hang Tuah 7 di Rumah Bahari.

KHAS INDONESIA: Koleksi berupa miniatur perahu dari Kalimantan di Rumah Bahari. Selain koleksi ini, masih banyak miniatur perahu tradisional. AHMAD KHUSAINI/JAWA POS

SENTRA KRIYA: Dipajang kerajinan tangan berbahan biota laut. Kerajinan tangan ini adalah buatan perajin yang umumnya berjualan di pantai. AHMAD KHUSAINI/JAWA POS

AHMAD KHUSAINI/JAWA POS FILM EDUKASI: Steven Sofian menyampaikan penjelasan sebelum nonton bareng di Ruang Sinema Bahari. Ada banyak pilihan film.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.