Hanya Tiga Puskesmas Raih Akreditasi Utama

Tahun Ini Dinkes Ajukan Lagi Sepuluh

Jawa Pos - - Jelajah Jenggolo -

SIDOARJO – Perjuangan untuk mencapai target status terakreditasi bagi seluruh puskesmas di Sidoarjo masih panjang. Di antara total 26 puskesmas di Kota Delta, baru delapan puskesmas yang saat ini telah lolos akreditasi.

Hasil penilaian dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tersebut keluar kemarin (10/1). Hanya tiga puskesmas yang mendapatkan akreditasi utama. Yakni, Porong, Sedati, dan Waru. Yang lain memperoleh akreditasi madya dan akreditasi dasar ( lihat grafis). ’’Penilaian itu berdasar dari surveyor yang meninjau langsung ke lapangan,’’ kata Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan (Yankes) Dinkes Sidoarjo dr Idong Djuanda kemarin.

Idong menjelaskan, proses akreditasi puskesmas membutuhkan waktu yang cukup lama. Tahun lalu dinkes menyiapkan delapan puskesmas untuk akreditasinya diajukan. Meski hasilnya tidak seluruhnya bagus, target untuk meraih status terakreditasi telah terwujud. ’’Masih ada yang dapat akreditasi dasar. Itu tidak apa-apa. Nanti kualitasnya bisa ditingkatkan,’’ ujarnya.

Menurut Idong, beberapa dasar penilaian tim survei dalam persiapan akreditasi adalah upaya kesehatan masyarakat (UKM), upaya kesehatan perorangan (UKP), serta admi- nistrasi. ’’Semua bergantung bagaimana tim survei melihat dan menilai. Menurut kami sudah bagus, tetapi bagi tim penilai berbeda, ya bisa saja,’’ ungkapnya.

Hasil akreditasi itu, lanjut dia, akan lebih memotivasi dinkes dan puskesmas-puskesmas untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan. Diharapkan, tiga tahun kemudian, puskesmas yang nilainya masih dasar bisa naik tingkat. ’’Setiap tiga tahun sekali kan harus ada reakreditasi,’’ jelasnya.

Tahun ini dinkes mengajukan proses akreditasi untuk sepuluh puskesmas lain. Total anggaran yang disiapkan mencapai Rp 2 miliar. ’’Ini masih pendampingan puskesmas untuk membuat dokumentasi,’’ ucap Idong.

Dinkes masih belum menetapkan sepuluh puskesmas yang akan diajukan untuk mengurus akreditasi. Namun, puskesmas yang dokumentasinya telah siap dan memiliki fasilitas rawat inap bakal diprioritaskan. Di antaranya, Puskesmas Krian, Tulangan, Tanggulangin, Medaeng, Balongbendo, Candi, Wonoayu, Krembung, Gedangan, Tanggulangin, dan Sidoarjo Kota.

’’Kami upayakan seluruh puskesmas menyelesaikan dokumen tahun ini. Nanti yang sudah siap, itu yang akreditasinya diajukan,’’ terangnya. Untuk lebih memperlancar penyiapan dokumen, setiap puskesmas dibantu tim pendamping. ’’Semoga bisa mendapatkan akreditasi utama, minimal madya,’’ tutur Idong.

Jika sepuluh puskesmas yang diajukan tahun ini lolos akreditasi, delapan puskesmas sisanya akan dituntaskan pada 2018. ’’Saya optimistis tahun depan (2018, Red) seluruh puskesmas di Sidoarjo sudah akreditasi,’’ tegasnya.

Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 46 Tahun 2015 memang mengharuskan seluruh fasilitas kesehatan tingkat pertama (FKTP) sudah terakreditasi selambatnya pada 2019. Kebijakan itu berkaitan dengan program peme- rintah yang mewajibkan masyarakat di Indonesia menjadi pengguna kartu jaminan kesehatan nasional (JKN) atau Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan. ’’Seluruh FKTP seperti puskesmas harus memiliki akreditasi untuk bisa melayani pasien BPJS,’’ katanya.

Idong mengakui, masih banyak FKTP di Sidoarjo yang masih belum mengantongi akreditasi. Bukan hanya puskesmas, tetapi juga klinik gigi dan dokter praktik. Saat ini dinkes terus menyosialisasikan peraturan akreditasi tersebut pada klinik-klinik. ’’Ada 180 klinik yang belum mengantongi akreditasi. Tetapi, mereka hanya memiliki izin operasional dari dinkes,’’ jelasnya. (ayu/c14/pri)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.