Telanjur Busuk, 25 Ton Bawang Sitaan Batal Disumbangkan

Jawa Pos - - Nusantara -

KRUENG GEUKUEH – Aroma tak sedap menguar saat 2.662 karung atau 25,28 ton bawang merah asal Malaysia dimusnahkan Bea Cukai Lhokseumawe dengan cara dikubur dalam lubang besar kemarin (30/8). Setiap karung berisi 9,5 kilogram bawang. Bawang ilegal itu adalah hasil tangkapan TNI-AL di Alur Kuala Jambo Aye, Kecamatan Seunudon, Kabupaten Aceh Utara, pada 8 Agustus lalu.

’’Penyelundupan terjadi dengan memanfaatkan pelabuhan-pelabuhan tikus di Aceh. Kami pun mengalami kendala dengan kapal patroli yang rusak. Untung, kami mendapat bantuan dari kapal TNI-AL,” kata Kepala Bea Cukai Lhokseumawe Asep Munandar.

Asep memaparkan, rencananya, bawang merah itu dihibahkan kepada Pemkab Aceh Utara dan Pemkot Lhokseumawe. Namun, hal tersebut tak dapat dilakukan karena sebagian bawang membusuk. Dikhawatirkan, bawang itu menjadi sumber penyakit jika dikonsumsi masyarakat sebagai bumbu masakan.

’’Banyak bawang yang sudah busuk. Terlalu lama saat dikarantina dan sambil menunggu proses hukum,” ucap Asep. (ung/ arm/mai/c18/ami)

IDRIS BENDUNG/RAKYAT ACEH/JPG

SELUNDUPAN DARI MALAYSIA: Sebanyak 2.662 karung bawang merah ilegal dimusnahkan petugas Bea Cukai Lhokseumawe, kemarin.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.