Kembalikan Pungutan, Sekolah Diberi Waktu Seminggu

Jawa Pos - - Nusantara -

PALANGKA RAYA – Bagaikan makan buah simalakama. Jika pungutan di sekolah tak dikembalikan, takut berurusan dengan hukum. Namun, kalau dikembalikan, bagaimana sekolah mengoptimalkan pengembangan pendidikan? Itulah yang menghantui guru dan kepala sekolah di Palangka Raya, Kalteng.

Kabid Pembinaan SMA Dinas Pendidikan (Disdik) Kalteng A. Syaifudi menyatakan, pihaknya meminta sekolah mengembalikan uang sumbangan yang ditarik dengan menyebutkan nominal dan waktu (pungutan).

”Sudah jelas disampaikan ombudsman, untuk sekolah yang sudah rapat komite dan menarik sumbangan dari pihak orang tua dengan menyebutkan nominal dan waktunya (pungutan, Red), ini nanti harus dikembalikan,” ujarnya kemarin (13/10).

Meski begitu, pihaknya bukan berarti sepakat dengan yang disarankan ombudsman. Dia menilai hal itu murni permintaan ombuds- man. ”Bukan sepakat, ini permintaan ombudsman,” tegasnya.

Dalam diskusi Tim Saber Pungli Kalteng, Disdik Kalteng, dan guru SMA/SMK sederajat se-Kota Palangka Raya di kantor Ombudsman Kalteng, para Kasek diminta menghentikan pungutan yang selama ini dilakukan. ”Memberikan waktu seminggu kepada SMA sederajat untuk melakukan laporan perbaikan sistem, baik tentang komite maupun dalam hal pungutan,” ungkap Kepala Ombudsman RI Kalteng Thoeseng T.T. Asang.( ami/abe/c6/ami)

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.