Solusi dari Sponsor dan Bapak Angkat

Jawa Pos - - Total Sport -

KENDALA yang dihadapi PB cabor untuk menggelar pelatnas kembali pada uluran dana dari pemerintah. Bagi PB cabor yang sudah mapan dalam mengurus pengadaan anggaran, dana pemerintah bukan problem utama.

Solusinya, PB cabor mengandalkan dukungan sponsor dan bapak angkat. Sejauh ini, langkah itu berjalan cukup lancar dan bisa dirasakan pelatnas karate. Pelatih pelatnas karate Philip King menerangkan, kebijakan yang diambil timnya cukup signifikan dalam membantu tambahan dana.

’’Kami masih ada bantuan dari BRI,’’ katanya. Meskipun tidak menutupi semua kebutuhan pelatnas karate, keberadaan bapak angkat itu terasa jelas. Terlebih, di tengah transisi setelah Satlak Prima dibubarkan, belum ada petunjuk teknis (juknis) yang jelas.

Kondisi itu sebenarnya dialami hampir semua cabor yang menginduk pada Kemenpora terkait dengan pendanaan dari pemerintah. Rencananya, Kemenpora menyelesaikan juknis tersebut maksimal akhir bulan ini.

Sementara itu, bagi pelatnas angkat besi yang kerap memberikan prestasi di pentas internasional, dukungan sponsor juga masih dirasakan. Kali ini melalui salah satu suplemen penambah energi level internasional. Berbeda dengan karate, angkat besi mendapat sponsor berupa produk.

’’Sponsor itu cukup mendukung kami dalam menjalani program latihan,’’ ujar salah seorang lifter andalan, Eko Yuli Irawan. Pada persiapan menuju Olimpiade Rio 2016, pelatnas angkat besi juga mendapat sponsor berupa suplai daging sapi dari salah satu importer.

Berdasar informasi yang diterima Eko, PB PABBSI sengaja tidak mengambil sponsor berupa cash money karena faktor kepercayaan. ’’Dulu manajer (Alamsyah Wijaya, Red) tidak mau dibilang cari untung. Makanya, dia menghindari adanya sponsor berbentuk uang,’’ terang Eko. (nap/c19/ady)

WAHYUDIN/JAWA POS

LAPANG: Suasana ruang latihan tim angkat besi pelatnas di Markas Pasmar 2, Jakarta Pusat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.