Periksa Dirut PLN Seputar Aliran Suap

KPK Dalami Kasus Proyek PLTU Riau

Jawa Pos - - FRONT PAGE -

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus mengurai keterlibatan Dirut PT PLN Sofyan Basir atas dugaan suap kesepakatan kerja sama pembangunan proyek PLTU Riau 1. Sofyan kemarin (7/8) kembali diperiksa terkait perkara yang menyeret Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih dan bos Blackgold Natural Resources Limited Johannes B. Kotjo itu.

Sebelumnya, Sofyan diperiksa pada 20 Juli. Saat itu, dia mengaku dimintai keterangan seputar tugasnya sebagai Dirut PLN

Namun, berbeda dengan sebelumnya, setelah pemeriksaan kemarin, mantan Dirut BRI itu enggan membeberkan materi penyidikan. Dia meminta awak media untuk menanyakan pemeriksaan kepada penyidik. ”Tanya penyidik, tanya penyidik,” ujarnya.

Saat berjalan keluar dari gedung KPK, Sofyan memang terkesan menghindari awak media. Dia ’’bersembunyi’’ di balik badan dua pria. Kericuhan pun sempat terjadi karena ruang gerak wartawan dihalangi dua orang itu. Mereka berdiri tepat di hadapan Sofyan. Mulai dari pintu keluar gedung KPK sampai Sofyan masuk ke mobil pribadinya.

Lalu, sejauh mana posisi Sofyan dalam perkara yang bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) itu? Salah seorang penyidik KPK mengatakan, pada gelar perkara (ekspose) beberapa waktu lalu, status hukum Sofyan dan Idrus Marham sebenarnya sudah bisa naik ke tingkat penyidikan. ’’Kemarin ekspose sudah setuju naik sidik (penyidikan),’’ kata penyidik yang enggan disebut namanya itu.

Namun, sumber tepercaya Jawa Pos itu belum mau menyebutkan siapa di antara Sofyan dan Idrus yang lebih dulu ditetapkan sebagai tersangka. Sebab, semua berada di tangan pimpinan KPK. ’’Belum tahu, IM (Idrus Marham) atau SB (Sofyan Basir) dulu yang jalan (perkaranya),’’ ujarnya. Sementara itu, Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi terkait hal tersebut belum mau menjawab.

Jawa Pos pun mengonfirmasi informasi adanya ekspose itu kepada Sofyan. Di tengah suasana ricuh di lobi KPK, Jawa Pos sempat menanyakan kepada Sofyan soal rencana KPK menetapkan dirinya sebagai tersangka. ”Oh, enggak. Enggak ada,” kata Sofyan membantah statusnya sebagai tersangka sambil terus berjalan menuju kendaraan yang menunggunya di sisi utara lobi KPK.

Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya belum tahu adanya ekspose yang sempat menyetujui dimulainya penyidikan untuk Sofyan dan Idrus. Begitu pula soal duit yang diduga mengalir kepada Sofyan dan Idrus.

Menurut Febri, pemeriksaan merupakan upaya penyidik untuk mendalami pengetahuan Sofyan tentang mekanisme kerja sama pembangunan proyek PLTU Mulut Tambang Riau 1 itu. Sebelumnya, pihak PLN menjelaskan bahwa proyek tersebut dilakukan dengan skema penunjukan langsung (PL) sesuai aturan yang berlaku.

”Dan juga sejauh mana pengetahuan saksi tentang pertemuanpertemuan dengan tersangka ataupun pihak lain. Termasuk apakah saksi mengetahui atau tidak tentang aliran-aliran dana (suap),” ungkap Febri. Penyidik juga kembali mengklarifikasi beberapa dokumen yang disita sebelumnya.

FEDRIK TARIGAN/JAWA POS

DIPERIKSA LAGI: Sofyan Basyir setelah menjalani pemeriksaan di KPK, Jakarta, kemarin. Dia diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek PLTU Riau 1.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.