SPESIES BRIDEZILLA

EDITOR JOY GALUH WULANDARI SENANG SEKALI MENDENGAR KABAR TENTANG LAMARAN ANDA! SELAMAT DATANG DI BAB BARU YANG SANGAT MENGURAS EMOSI: DRAMA CALON PENGANTIN.

JOY Indonesia - - Joylist -

1000 undangan). Resepsi ala Indonesia lebih penuh huru-hara karena banyaknya tahapan yang mesti dijalani. Mulai dari memilih hari baik, gedung, katering, penjahit pakaian pengantin, mau pakai adat pria atau wanita, hubungi penghulu, pertengkaran keluarga yang berlanjut pertikaian dengan pasangan, icip-icip makanan katering, pilih fotografer, dan banyak lagi. Daftarnya bisa tak terbatas! Semua faktor tadi berubah jadi cobaan yang memicu munculnya spesies baru dalam diri: bridezilla! Jika mengingat lagi masa-masa menjadi bridezilla, saya beruntung tidak mengalami gangguan syaraf. Saya dan pasangan sepakat biaya pernikahan keluar dari kantong kami berdua. Semua cara kami lakukan untuk menekan bujet resepsi: dari keliling Jakarta dan satu per satu cari makanan (hemat biaya katering) hingga ke Kebayoran Lama untuk cetak undangan (buatan sendiri). Pencetus saya menjelma menjadi bridezilla? Desakan keluarga soal jumlah tamu. Plus suvenir yoyo kayu yang kami pesan ternyata belum diikat dengan talinya hingga saya mesti ikat satu per satu ratusan suvenir itu. Tantangan terbesar adalah kebaya pernikahan (dan biaya menjahit) lenyap dibawa “penjahit siluman” seminggu sebelum hari H. Sedikit yang tahu kebaya resepsi saya beli di salah satu pusat grosir di Jakarta pada Rabu malam dengan harga kurang dari Rp200 ribu. Sedangkan saya menikah pada Minggu malam, outdoor, yang satu jam sebelum resepsi diguyur hujan deras. Hikmahnya: semua cobaan itu kian mendekatkan saya dengan teman, pasangan dan keluarga. Saran saya jika tandatanda bridezilla muncul: tarik napas dan katakan, “Ini juga akan selesai. Resepsi hanyalah satu tahap yang mesti dilalui. Hari-hari setelahnya yang penting.” Toh nanti Anda ada di posisi saya sekarang, melihat ke belakang dan... tersenyum.

Saya paham kalau Anda belum bisa berhenti tersenyum setelah ajakan menikah darinya. Rasa-rasanya semua terasa lebih indah dan, tunggu… apakah hari ini kicau burung terdengar lebih merdu? Tak hanya si burung, saya pun turut senang mendengarnya! Apalagi jika Anda mantap dengan pria pilihan dan sudah tak sabar untuk segera menyandang status Nyonya (nama pasangan Anda). Pertemuan keluarga lancar, detail pernikahan berjalan sesuai rencana dan pernikahan pun berlangsung dengan sakral dan sangat indah.

Oke, saatnya bangun dari mimpi! Setidaknya pada bagian di mana semua berjalan lancar. Bridesmaids, Bride Wars, atau film bertema pernikahan lainnya ada untuk peringatkan kita akan ribetnya pernikahan. Padahal seremoni barat jauh lebih simpel dengan jumlah undangan seperlima dari jumlah di sini (yang bisa mencapai

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.