1

JOY Indonesia - - Report -

“Sejak kecil, saya ingin sekali punya sepatu bertumit tinggi. Tapi sebagai gantinya, orangtua malah membelikan sepasang sepatu boots ketika saya berusia sembilan tahun. Dan dari situ, saya mulai mengoleksi beragam alas kaki untuk melengkapi penampilan. Terakhir menghitung, jumlah sepatu saya mencapai 80 buah. Tapi itu tiga tahun lalu, sebelum saya pindah ke Milan untuk sekolah. Sekarang, jumlahnya sudah bertambah dan saya tidak berani lagi menghitungnya, hahaha. Semuanya tersimpan rapi di rak atau dalam kardus kemasannya. Dari jumlah itu, ada yang diberikan pada teman atau saudara yang menginginkan karena sayang kalau dibiarkan tanpa terjamah. Saya sendiri “hanya” punya delapan sepatu andalan sehari-hari. Sisanya diusahakan pernah terpakai meski tidak terlalu sering.

Karena kecintaan yang berlebihan ini, saya pernah dimarahi orangtua. Wajar saja sih, karena dulu memang belinya masih pakai uang mereka. Tapi sekarang, setelah saya mengelola www.hippiegonemad.com dan punya penghasilan sendiri, mereka tidak pernah protes lagi.

Sebenarnya banyak hal yang saya pertimbangkan kalau akan membeli sepatu, seperti desain, lekuk, ukuran, serta bentuk, dan ketinggian heels. Tapi kalau sudah jatuh cinta setengah mati pada satu sepatu dan benar-benar ingin memilikinya, saya bakal beli meskipun itu kebesaran.” SEBERAPA PENTING KEPEMILIKAN BENDA DAN UANG bagi ANDA? IKUTI KUIS berikut INI DAN dapatk an jawaban di halaman berikutn ya! Anda lihat sepatu dan ingin membelinya. Tapi pasangan Anda bilang “Kamu sudah punya banyak sepatu!” Apa yang Anda lakukan? a. Ia benar dan tak jadi membelinya. (2 poin) b. Merajuk sampai ia berubah pikiran dan membelikannya untuk Anda. (3 poin) Tak perlu cemas. Langsung saja beli sendiri dengan kartu kredit! (4 poin) Sahabat Anda lupa membawa lipstik dan pinjam milik Anda. Bagaimana reaksi Anda?

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.