“Reaksi negatif lebih baik daripada tidak ada sama sekali”

JOY Indonesia - - Joypeople -

tetap terjalin, namun keintiman berangsurangsur menghilang.

Yang lenyap dari keadaan seperti itu adalah dukungan terhadap pasangan. Contohnya, ketika si dia sedang bercerita tentang hubungannya yang sedang memanas dengan sang ayah, Anda hanya berujar sambil lalu, “Segera temui dan bicarakan dengan beliau apa yang mengganjal hati.” Setelah itu, Anda kembali menatap layar ponsel. Padahal, bukan nasihat dan sikap seperti itu yang ia harapkan dari Anda. Ucapan itu tidak mampu menentramkannya, malah membuat ia merasa asing dengan diri Anda. Pengasingan seperti itu, disengaja ataupun tidak, sebenarnya membawa dampak negatif yang lebih besar pada kehancuran hubungan daripada penyampaian kritik terusmenerus dan kepergian salah satu pihak.

Tentu saja Anda boleh menyatakan keberatan tentang kebiasaannya menaruh kunci sembarangan atau datang terlambat saat janji makan malam. Tapi harus disadari juga kalau kritik dari seseorang yang dicintai itu menyakitkan, belum lagi kalau penyampaiannya tidak melihat situasi. Keadaan bisa bertambah parah jika teguran tersebut menuntut perubahan sifat pada pasangan. “Kritik merangsang pasangan untuk bersikap defensif, lalu menarik diri,” ujar Sue. Sebab seseorang selalu ingin dicintai apa adanya oleh orang yang ia sayangi. Jadi, ketika keinginan tersebut tidak didapatkan dari pasangan, jalan keluarnya adalah dengan mencari orang lain yang bisa memperbaiki dan memberikan kenyamanan yang dibutuhkan. Sebelum emosi Anda meledak karena kekurangan yang ada pada diri pasangan, ada baiknya cek kembali seberapa menyebalkan sifat buruknya dan sejauh mana Anda telah membicarakan hal tersebut. Tidak ada untungnya memendam perasaan jika ada problem, sekecil apapun, dalam hubungan. Misalnya, ketidaksukaan terhadap sifat atau sikap satu sama lain. Memendam masalah tanpa mau membicarakannya menyiratkan pesan bahwa salah satu dari Anda tidak ingin punya urusan apapun dengan pihak lainnya. Keadaan seperti itu harus diatasi dengan segera. Luangkan waktu untuk membahasnya sampai tuntas.

Saat pembicaraan dari hati ke hati terjadi, hal terburuk yang mungkin timbul adalah meluapnya amarah dari salah satu atau kedua pihak. “Reaksi apapun, meski negatif, masih lebih baik daripada tidak ada tanggapan sama sekali,” ungkap Sue Johnson. Lalu, emosi yang muncul ke permukaan itu harus dapat disikapi dengan bijaksana untuk mencegah salah satu pihak pergi begitu saja dan mencari kehangatan dari orang lain. Karena kesedihan yang disebabkan oleh perasaan terabaikan seringkali lebih menyakitkan dan sulit untuk dihilangkan. Yang juga harus diingat, rasa merana itu tak seketika luntur dengan kehadiran orang baru. Keadaan itu menjelaskan mengapa hubungan dengan dua orang sekaligus atau yang dibangun saat Anda sedang terpuruk tidak pernah dapat berjalan dengan baik.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.