TATJANA SAPHIRA

bangga jadi kutu buku

Kawanku - - HALAMAN DEPAN -

“Ilooove reading,” ujar Tatjana bersemangat, ketika ditanya tentang kebiasaannya untuk menghilangkan rasa capek. “Hampir setiap hari aku melakukannya, tepatnya sebelum tidur,” lanjut pemeran Lintang di film Negeri Van Oranje ini.

Ternyata, waktu kecil dulu, Tatjana enggak begitu suka membaca. Hanya saja, orangtuanya mengharuskan Tatjana untuk membaca buku. “Aku dikasih tugas membaca satu buku seminggu, lalu membuat ulasannya. Sekarang, aku membaca karena suka, bukan karena disuruh,” jelas Tatjana.

Suka Buku Fisik

Meski e-book lebih mudah dibawa, Tatjana lebih suka membaca buku ketimbang e-book. Malah, Tatjana berpendapat e-book bisa menghancurkan seni membaca buku. “Aku butuh buku yang bisa kupegang, bisa kubalik halamannya, dan bisa kucium bau (buku) itu. Nah, kalau e-book enggak kayak gitu. Rasanya ada yang kurang. Satu lagi, e-book enggak bisa dipajang, sementara aku suka banget memajang buku yang aku baca,” beber Tatjana.

Di antara banyak buku yang pernah dibaca Tatjana, ada beberapa judul yang berkesan banget baginya. Seperti Life of Pi karangan Yann Martel, Critical Eleven karangan Ika Natassa, Gone Girl karangan Gillian Flynn, dan The Luckiest Girl Alive karangan Jessica Knoll.

Banyak Manfaat

Bagi Tatjana, membaca membuat imajinasinya jadi lebih terasah. “Aku suka menonton, jadi aku lebih bisa membayangkan sesuatu,” ungkapnya. Selain itu, membaca juga bisa membawanya mengunjungi banyak tempat, termasuk tempat yang belum pernah dikunjunginya. “Membaca juga membantuku dalam tumbuh dewasa, memperluas sudut pandangku tentang kehidupan,” lanjut Tatjana.

Tatjana juga bekerjasama dengan Perpustakaan Nasional Indonesia dalam memperingati Hari Gerakan Membaca Nasional. “Membaca itu harus berasal dari dalam diri. Ada banyak pilihan genre dan judul, enggak mungkin, kan, enggak ada yang bikin kamu tertarik? Cari yang membuat kamu tertarik dan paksa diri untuk memulainya,” ajak Tatjana.

Menulis, Suatu Hari Nanti

Sebenarnya, Tatjana memiliki target selesai menulis buku 2015, tapi belum kesampaian. “Belum ada waktu dan aku enggak konsisten nyediain waktu untuk benar-benar menulis. Selain itu, aku juga pengin belajar menulis yang benar,” ungkapnya.

Soal genre, dia pengin menulis cerita berbau petualangan. “Kalaupun drama, bukan drama percintaan biasa, melainkan perjalanan hidup seseorang ketika menemukan tujuan hidupnya,” bebernya. Semoga segera terwujud ya, Tatjana.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.