dating rules: tata cara berdebat sama pacar

Berdebat sama pacar enggak selalu harus berujung berantem kalau kita ngerti caranya, girls!

Kawanku - - ADS - ( lana), marti

Semakin sering bareng sama seseorang, makin banyak hal yang kita tahu soal pacar. Terkadang ada yang bisa kita terima atau sebaliknya, sulit kita terima. Ketika sulit memahami atau menerima suatu hal, akhirnya muncul argumen. Perlu diingat, girls, berargumen atau berdebat bukanlah hal yang negatif. Argumen berfungsi menyuarakan pendapat atau perasaan masing-masing tentang hal yang jadi pokok persoalan. Pada dasarnya, kita dan pacar adalah dua manusia yang berbeda. Argumen bukan untuk mencari siapa yang menang, tapi jalan untuk mengenali perbedaan, mengetahui latar belakangnya dan kemudian mengkompromikannya (kalau bisa). Yuk, hindari hal-hal di bawah ini kalau kita mau belajar beragumen dengan sehat.

Enggak jujur

Katakan apa yang memang kita rasakan, bukan hal yang sekiranya si dia pengin dengar. Hargai diri kita juga ketika berargumen sama pacar. Jadi, dengarkan apa kata hati kita dan jadi diri sendiri. Jangan menahan rahasia penting biar kita ‘selamat’ ketika berargumen sama pacar. Penting buat jujur sama pacar, karena hal ini yang bikin dia percaya sama kita.

Memotong pembicaraan

Biarlah adegan cewek yang enggak mau mendengarkan penjelasan cowoknya cuma ada di sinetron atau film, girls. Namanya juga berargumen, kita harus saling mendengarkan pendapat yang lain. Beri si dia kesempatan buat bicara sampai selesai. Hindari memotong pembicaraan di tengah-tengah, apalagi sampai enggak mau mendengarkan dan pergi begitu saja. Kalau kita menerima perlakuan seperti itu dari si dia, kita boleh protes, kok. Buat perjanjian kalau kita bakal saling memberi kesempatan buat bicara ketika berargumen.

Berlaku cuek

Enggak sedikit orang yang sibuk sendiri mengecek hape celingak-celinguk melihat sekitar saat berdebat. Nah, hal seperti ini berpotensi bikin dia merasa enggak dihargai. Dengarkan si dia dan tunjukkan juga kita benar-benar mendengarkan dia dan menganggap penting pendapatnya . Tatap matanya dan perhatikan setiap gestur tubuhnya.

Lepas kontrol

Ini yang paling enggak banget saat berargumen, kita lepas kendali dan melakukan tindakan fisik yang menakutkan pihak lain seperti melempar atau membanting barang-barang atau memukul bendabenda sekitar kita. Enggak cuma makin jauh dari solusi masalah, lawan debat kita pun bisa trauma.

Memberi label negatif

Saat kesal dengan sifat buruk seseorang, kita cenderung menggunakan label atau kata-kata tertentu yang identik dengan sifat negatif orang itu, seperti si enggak mau kalah, si egois, si keras kepala, dan lain-lain. Hindari, yuk, karena bisa memberikan sentimen perasaan negatif ke pacar.

Merajuk

Saat pendapat kita sulit diterima pacar atau terlihat lemah dalam berargumen, kita pun tergoda untuk ‘ngambek’ alias merajuk. Contohnya kita jadi enggak mau ngomong sama pacar selama beberapa lama. Merajuk adalah tanda kita ingin menghukum pacar. Kalau merajuk kita berhasil, Kita pun akan cenderung mengulangnya di kesempatan lain. Padahal, ini tanda argumen yang enggak sehat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.