sampul: shawn mendes

Kawanku - - ISI -

Percaya kalau dirinya setengah penyihir, cowok dari Toronto ini makin serius menggarap musik. Dan ketika dia menuliskan lirik yang lebih serius di album terbarunya, juga sukses menggelar konser, Shawn seperti membuktikan kalau dia memang penyihir. Menyihir kita melalui musik dan liriknya yang langsung masuk ke hati. Ah, Shawn!

muti

Banyak yang berubah dalam kehidupan Shawn dalam dua tahun terakhir ini. Salah satunya adalah membuat konser tunggal dan membuat album terbaru. Shawn nyaris enggak percaya kalau hingga detik ini dia sudah menghasilkan dua album dan dua konser. Album terbarunya, Illuminate rilis 23 September 2016 ini. Enggak hanya itu, sejak Maret hingga November, Shawn sibuk dengan konser yang diberi nama ShawnMendesWorldTour. Bahkan konser perdananya di Madison Garden Square New York langsung soldout dalam waktu dari lima menit.

Percaya kalau dirinya setengah penyihir

Shawn

dulunya hanya cowok biasa dari Pickering, daerah pinggiran di Toronto Kanada. Waktunya banyak dihabiskan dengan bermain sepak bola dan hoki. Dia juga pernah ikutan audisi Disney Channel di Toronto tapi gagal. Sejak kecil, Shawn selalu membayangkan dirinya adalah penyihir. Dia sempat mengukir pohon dengan mantra. “Aku yakin aku ini setengah penyihir,” ucapnya penuh keyakinan.

Ibunya adalah seorang agen realestate. Ayahnya keturunan Portugis, memiliki perusahaan suplai barang-barang untuk restoran dan bar. Dia sangat dekat dengan kedua orangtuanya. Shawn berniat pindah ke Brooklyn New York atau Los Angeles tahun depan. Dia pun sudah merencanakan meminta tolong ibunya untuk mendesain rumahnya agar senyaman rumah mereka di Toronto biar enggak sering kangen rumah.

Selain main sepak bola dan hoki, hobi yang ditekuni secara enggak sengaja adalah main gitar. Percaya enggak, kalau Shawn itu baru belajar main gitar selama enam bulan ketika dia pertama kali upload video dirinya bernyanyi di YouTube dan Vine? “Tiba-tiba saja muncul keinginan untuk bernyanyi,” akunya. Keberuntungan memang bersama Shawn karena begitu banyak orang yang menyukainya di YouTube sampai akhirnya dia mendapat kontrak rekaman.

Shawn yang mengagumi Ed Sheeran dan John Mayer ini pun serius memutuskan untuk jadi musisi. Dia pun mulai menciptakan lagu. Sebagian besar lagu-lagu yang ada di albumnya adalah ciptaanya sendiri.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.