FOTO SEKSI PEMBAWA PETAKA

Kawanku - - CINTA -

enggak percaya, tapi pas aku lihat sendiri fotoku ada di hape temenku, aku langsung nangis.

Hari itu juga aku langsung minta dia ke rumah. Pas dia sampai di rumah, aku tanyain kenapa fotonya sampai kesebar. Dia bilang enggak tahu apa-apa. Aku enggak percaya sama alasannya. Akhirnya dia ngaku hapenya dipinjem sama temennya, mungkin karena itu fotoku kesebar.

Aku sedih banget. Aku juga pengin marah, karena apapun alasannya, dia udah ngekhianatin kepercayaan yang aku kasih. Yang bikin aku makin kesal, dia kayak orang enggak bersalah. Bukannya marahin temennya yang nyebarin, dia malah masih temenan sama mereka. Aku curiga, jangan-jangan itu cuma alasan doang. Pas aku tanyain, dia malah marah dan nuduh aku enggak percaya sama dia.

Sumpah, aku shock banget. Aku khawatir orangtuaku tahu. Untungnya waktu itu aku sudah mau lulus, jadi aku enggak harus dikeluarin dari sekolah. Tapi, orangtuaku tetap dipanggil ke sekolah. Mereka marah banget sama aku dan nyuruh aku putus. Aku iyain, karena aku pikir dia enggak sebaik itu. Pas putus dia sempat enggak mau, tapi orangtuaku sempat ngobrol juga sama dia.

Sejak saat itu, aku jadi lebih hatihati. Walaupun katanya dia sudah menghapus fotoku dari hapenya, tapi, kan, foto itu sudah kesebar. Aku takut nanti ada orang lain yang melihat fotoku atau mengenaliku dari kasus foto itu. Aku menyesal, sih, tapi sekarang aku cuma bisa hati-hati aja.”

A – 18 tahun

Mengirim foto atau teks berbau seksual melalui handphone biasa disebut dengan sexting. Istilah ini mulai dipakai tahun 2005 oleh media. Dengan teknologi yang seperti sekarang, setiap remaja memiliki potensi untuk melakukan sexting. Dari data yang dirilis sama GuardChild tahun 2014, sebanyak

40 persen remaja mengaku pernah melakukan dengan pacar mereka.

sexting Hasil penelitian yang dirilis dalam Archives of Pediatric & Adolescent Medicine tahun 2012 juga membeberkan fakta lain soal sexting. Rata-rata, cewek lebih sering diminta untuk mengirimkan foto seksi dibandingkan cowok.

Mereka yang pernah diminta mengirim foto seksi ini berada di rentang usia 16 dan 17 tahun.

Remaja yang berada di rentang usia 18 tahun hingga lebih justru menolak untuk melakukan hal ini. Penelitian ini juga menyimpulkan, dari seluruh responden,

17 persen penerima foto seksi memperlihatkan foto itu kepada orang lain dan 55 persen lainnya membagi foto ini kepada lebih dari satu orang.

Niatnya sih kita mengirim foto seksi ke pacar doang, tapi kita belum tentu tau apakah foto itu ‘aman’ atau enggak di tangan si dia.

Ditambah lagi sekarang lagi ngetren menyebarkan image atau video seksi yang dibuat oleh salah satu pihak dalam suatu hubungan tanpa persetujuan pihak lain.

revengeporn

Bahkan foto atau video tersebut bisa jadi diciptakan tanpa diketahui pasangannya. Lalu materi itu bisa dimanfaatkan untuk memeras pasangannya untuk melakukan tindakan seksual. Ini termasuk dalam bentuk penyiksaan psikologis dan kekerasan seksual.

Menunjukkan rasa cinta pada pacar bisa dilakukan melalui banyak hal lain yang enggak memberikan dampak negatif untuk kita. Bila ada orang yang memaksa kita membuat image atau video seksi, maka kita harus bersikap tegas menolak hal tersebut. Terserah, deh, dia mau nyembah-nyembah atau malah justru marah besar. Ini adalah tubuh tempat kita bernaung seumur hidup. Jadi kita punya hak untuk melindunginya. Biarin aja dia putusin kita. Masih banyak cowok di luar sana yang benar-benar menghargai kita.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.