Oleh: Wildaningsih

Kawanku - - FIKSI FANS -

atu hal yang Kang Hyejin paham betul akan dirinya adalah kemampuan luar biasa untuk memanjat atau melompati sesuatu. Ini seperti bakat alami yang gadis itu dapatkan secara ajaib ketika usianya tak lebih dari delapan tahun. Pagar rumah neneknya di Daegu, yang punya tinggi sekitar tiga setengah meter tak ubahnya seperti wahana permainan bagi Hyejin kecil. Dia mampu memanjat lalu melompati besi–besi pagar dengan mudah, selamat tanpa luka. Namun jika memang harus terjatuh dan berdarah, Hyejin tidak ingat dirinya pernah menangis.

Berbeda dengan anak perempuan berusia delapan tahun yang gemar mengoleksi boneka atau kepingan aksesoris berkilau dari plastik, Hyejin lebih suka berlari–lari di lapangan, melompati sesuatu, atau menghabiskan sore di atas pohon besar di dekat taman. Pohon besar itu hanyalah salah satu dari sekian banyak tempat persembunyian rahasia milik Kang Hyejin. Kalau dia memanjat sampai puncak, tidak akan ada orang yang mampu melihatnya dari bawah karena batang besar dan dedaunan rimbun menutupi tubuh mungilnya dengan baik.

Hyejin yang berusia delapan tahun kala itu merasa seperti di atas awan. Senang karena tak peduli kenakalan apapun yang dia lakukan, tidak ada yang cukup kencang untuk berlari menangkapnya. Dan kalau Hyejin berhasil memanjat sampai puncak pohon, Ayahnya juga tidak bisa menemukannya. Kang Hyejin adalah murid kelas tiga sekolah dasar yang nyaris tidak pernah dapat hukuman. Anak itu punya kemampuan melarikan diri yang luar biasa.

Meski satu lembar kertas rasanya belum mampu menampung seluruh catatan kenakalan Hyejin, dia punya kehidupan masa kecil yang indah. Ibunya memang sudah lama meninggal, jauh sebelum Hyejin sanggup mengingat seperti apa wajah atau hangat pelukannya.Tapi itu bukan perkara besar karena Hyejin memiliki nenek paling keren di seluruh dunia. Kang Hyejin bahagia. Anak itu

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.