Masuk ke dalam top 30 Social Entrepreneur Asia di Forbes

Kawanku - - CEWEK KEREN -

Heni bercerita ia sedang pergi Umroh saat dihubungi oleh Forbes untuk wawancara. Karena enggak memungkinkan untuk wawancara, akhirnya Forbes meminta alamat email Heni beserta CV dan hal-hal lainnya. Tapi karena Heni enggak punya persiapan saat itu, ia kembali enggak bisa mengirimkan berkasberkas itu.

Sekitar 10 hari setelah pulang Umroh, Heni mendapat email dari Forbes yang menyatakan ia masuk ke dalam Top30SocialEntrepreneur Asia dan termasuk ke dalam jajaran anak muda berpengaruh. Tentu saja waktu itu Heni kaget bukan main. Ia bahkan sempat mengira hal itu merupakan berita hoax atau penipuan.

“Karena itu Majalah Forbes aku sempat pikir itu hoax. Forbes kan famous banget dan sangat berpengaruh kayak majalah Times. Dan waktu aku di hongkong, itu kan salah satu headquaternya Forbes kan di Hongkong, itu keren banget. Kayak aku enggak percaya, beneran enggak sih kok kayak hoax dan penipuan gitu, aku pikir gitu awalnya,” kenang Heni sambil tertawa. bantuan mereka ke mana. Melalui sosial medianya, Heni terus menerus membangun kepercayaan sebagai jembatan bagi setiap orang untuk berbuat baik.

Kita ingin memudahkan setiap orang untuk berbuat baik, jadi berbuat baik melalui komunitas itu bisa apa aja. Jadi kita menerima kebaikan apa aja,” cerita Heni.

Terinspirasi dari ajaran neneknya membuat Heni lebih peduli pada sesamanya untuk membagikan kebaikan. Baginya sebaik-baiknya manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Jika gajah mati meninggalkan gading, maka menurutnya manusia mati enggak cuma meninggalkan nama tapi juga kebaikan-kebaikan yang pernah dibuatnya. Ia sendiri membantu sesama bukan karena berkelebihan tetapi karena ia sudah merasakan rasanya enggak punya apa-apa. Ia bertekad untuk terus mengembangkan komunitasnya dan menjembatani anak-anak yang benasib seperti dirinya dulu, ia ingin mendampingi mereka untuk mencapai cita-cita mereka dan bersekolah.

terus ada dalam diri Heni sampai saat ini. Heni mengaku melanjutkan pendidikannya lagi ke jenjang S2 dan ingin terus melanjutkan pendidikannya hingga jadi professor doktor. Ia ingin terus belajar setinggitingginya karena menurut Heni hidup itu selalu bergerak dan dinamis.

Walau dulu ia sempat lulus di universitas St. Mary Hongkong dengan predikat mahasiswa terbaik, ia merasa apakah pengetahuannya akan terus relevan dengan masa sekarang, oleh karena itulah ia ingin terus belajar.

“Mungkin dulu aku mahasiswa terbaik, tapi apakah pengetahuan yang aku dapatkan dulu relevan dengan zaman sekarang? Jadi aku pengin terus belajar,” kata Heni

Untuk meraih mimpi, Heni berpesan harus menetapkan tujuan kita di awal dulu, apa yang mau kita raih. Dengan punya tujuan yang jelas kita akan lebih bisa fokus untuk berjuang mencapai tujuan itu.

“Jangan pernah menyerah. Perjuangan itu enggak ada yang mudah, ketika kamu berpikir kamu lelah, kamu ingin menyerah kamu harus ingat kembali kamu harus ingat kembali bahwa kamu sudah berjalan sejauh itu,” ujar Heni.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.