Segera Proses Kasus Doping

Pemberian Suplemen bagi Atlet Binaraga Perlu Dievaluasi

Kompas - - OLAHRAGA - (SAH/HRS)

PEKANBARU, KOMPAS — Atlet menembak Riau, Safrin Sihombing, yang disebutkan positif menggunakan doping saat PON Jawa Barat 2016 berharap agar kasusnya segera diproses dan diselesaikan. Apalagi, sejak namanya disebut, ia merasa diteror pihak tertentu. Safrin mengaku diteror melalui telepon. Penelepon yang mengaku dari KONI itu meminta Safrin segera menyerahkan medali yang diraihnya. Pada PON lalu, Safrin meraih 2 emas, 2 perak, dan 2 perunggu. ”Saya merasa semakin tertekan dengan kondisi sekarang ini. Saya belum diberi hak untuk melakukan pembelaan atas tuduhan doping itu, tetapi orang KONI terus mendesak saya untuk mengembalikan medali. Apa memang seperti itu prosedurnya,” kata Safrin yang dihubungi di Pekanbaru, Selasa (10/1), Safrin meminta agarKONI Riau dan Pengda Perbakin Riau segera menghubungi KONI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya. Dia tidak ingin ada pihak yang meneror dirinya, sementara kasusnya belum per- nah dibicarakan atau disidangkan secara resmi. Sampai kemarin, Safrin yang pada 2011 memecahkan rekor nasional di nomor 25 meter center fire pistol tidak mengetahui sumber doping yang mengendap di urinenya saat berlaga di PON. Secara terpisah, Ketua KONI Riau Emrizal Fakis, menyesalkan persoalan doping lebih cepat diungkapkan di media massa, sementara KONI daerah dan pengurus cabang olahraga dari atlet yang dituduh belum diberi tahu secara resmi. ”Sampai sekarang kami masih meraba-raba persoalan sesungguhnya dari doping itu seperti apa. Kami justru bertanya-tanya, bagian sampel urine yang dinyatakan terbukti doping itu untuk nomor yang mana? Apakah semua sampel urine bermasalah atau hanya satu nomor? Ini yang seharusnya segera dijelaskan,” kata Emrizal. Emrizal mengatakan, KONI Riau siap mendampingi atletnya yang dituduh terlibat doping. Mereka akan membawa persoalan itu kepada Badan Arbitrase Olahraga Indonesia.

Doping di binaraga

Pengurus Daerah Persatuan Angkat Besi, Binaraga, dan Angkat Berat Seluruh Indonesia (PABBSI) DI Yogyakarta mempertanyakan kasus doping yang didominasi atlet binaraga. Dari 12 atlet PON 2016 yang dinyatakan positif mengonsumsi zat doping, delapan orang atlet binaraga. Dari delapan orang itu, satu orang adalah atlet asal DIY, Rahman Widodo, yang meraih medali perak pada PON 2016. ”Yang perlu menjadi perhatian, mengapa sampai ada delapan atlet binaraga yang positif doping?” kata Ketua Pengda PABBSI DI Yogyakarta Cahyo Alkantana. Menurut Cahyo, banyaknya atlet binaraga yang positif doping menunjukkan ada masalah pada makanan atau suplemen yang selama ini dikonsumsi para atlet binaraga. Dari pengakuan Rahman, dirinya hanya mengonsumsi suplemen yang sama dengan atlet lain. Cahyo menilai, PB PABBSI perlu mengevaluasi menyeluruh suplemen yang dikonsumsi para atlet binaraga.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.