Gatot Kembali ke LP Sukamiskin

Kompas - - POLITIK & HUKUM - (IAN)

JAKARTA, KOMPAS — Mantan Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho telah kembali ke Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat, yang menjadi tempat tujuan eksekusinya. Dugaan Gatot bepergian atau pelesir di saat seharusnya menjalani masa pidana telah dibantah oleh Komisi Pemberantasan Korupsi juga Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia. Pada Kamis (27/7), beredar foto Gatot tengah berada di Bandar Udara Kualanamu, Sumatera Utara. Padahal, eks politisi Partai Keadilan Sejahtera tersebut semestinya berada di dalam penjara setelah diputus bersalah oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Medan atas 3 perkara yang menjeratnya. ”Yang bersangkutan berada di sana (bandara) itu dalam rangka pemindahan kembali ke Sukamiskin dalam konteks eksekusi untuk kasus suap terhadap anggota DPRD Sumatera Utara yang diputus di Pengadilan Tipikor Medan,” kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Jakarta, Minggu (30/7). Pemindahan tersebut, lanjut Febri, merupakan tindak lanjut dari surat KPK yang dikirimkan kepada Kepala Lembaga Pemasyarakatan Tanjung Gusta tertanggal 24 Juli 2017.

Status pidana

Sejak pertengahan 2016, Gatot yang berstatus terpidana untuk perkara suap terhadap hakim Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Medan dititipkan ke Tanjung Gusta untuk kebutuhan penanganan perkara di Medan. Saat itu, Gatot harus mempertanggungjawabkan perbuatannya yang diduga menyelewengkan dana bantuan sosial dan dana hibah milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara. Perkara tersebut ditangani Kejaksaan Agung yang kemudian dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Medan sebagai penuntut umum sesuai locus delicti atau tempat kejadian perkaranya. Pada November 2016, Gatot dijatuhi hukuman 6 tahun penjara dan denda Rp 200 juta atas perkara ini. Bersamaan dengan itu atas pertimbangan efektivitas, perkara suap anggota DPR Sumut yang juga menyeretnya sebagai tersangka dan ditangani KPK disidangkan juga di Medan. Pada Maret 2017, hakim Pengadilan Tipikor Medan memutus 4 tahun penjara dengan denda Rp 250 juta untuk Gatot. Penjelasan serupa juga disampaikan Kepala Subbagian Humas Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kemenkumham Syarpani. ”Pemindahan Gatot saat itu atas permohonan KPK untuk kepentingan pemeriksaan atas kasus yang dihadapi di Medan. Setelah kasusnya selesai, KPK mengembalikan Gatot ke tempatnya menjalani pidana sebelumnya,” urai Syarpani. Syarpani juga menjelaskan bahwa Gatot didampingi oleh petugas KPK bernama Leo Manalu sehingga tidak benar bahwa Gatot diduga berjalan-jalan di sela masa tahanannya. Selanjutnya, pihak Ditjen Pemasyarakatan Kemenkumham juga sudah menerima laporan bahwa yang bersangkutan sudah dikembalikan dan saat ini berada di Lembaga Pemasyarakatan Sukamiskin, Jawa Barat.

Pemindahan Gatot saat itu atas permohonan KPK untuk kepentingan pemeriksaan atas kasus yang dihadapi di Medan.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.