KSAU Berharap Pembelian 11 Sukhoi Segera Terealisasi

Kompas - - POLITIK & HUKUM - (HRS/ONG)

SLEMAN, KOMPAS — Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Hadi Tjahjanto berharap, rencana pembelian 11 jet tempur Sukhoi 35 oleh Kementerian Pertahanan bisa segera terealisasi. Keberadaan pesawat baru itu sangat penting untuk menggantikan pesawat tempur F-5 Tiger yang sudah tidak boleh terbang. ”Seperti yang teman-teman dengar, Kementerian Pertahanan merencanakan pembelian 11 pesawat Sukhoi. TNI AU sebagai pengguna mengharapkan, pembelian itu segera terealisasi,” kata Hadi seusai memimpin upacara peringatan Hari Bhakti TNI AU Ke-70, Sabtu (29/7), di Lapangan Dirgantara Akademi Angkatan Udara, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Hadi mengatakan, pesawat Sukhoi Su-35 itu, menurut rencana, akan dipakai untuk menggantikan pesawat F-5 Tiger yang sudah tidak boleh diterbangkan. Pesawat-pesawat Sukhoi itu akan dipakai oleh para penerbang Skuadron Udara 14 Pangkalan TNI AU (Lanud) Iswahjudi, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, yang dulu menerbangkan pesawat F-5 Tiger. Menurut Hadi, kehadiran pesawat pengganti itu sangat mendesak karena para penerbang Skuadron Udara 14 hampir 1,5 tahun tidak menerbangkan pesawat tempur F-5 Tiger. Saat ini, TNI AU menugaskan penerbang dari Skuadron Udara 14 ke skuadron lain agar mereka tetap bisa berlatih menerbangkan pesawat tempur, yakni ke Skuadron Udara 15 di Lanud Iswahjudi dan Skuadron Udara 11 di Lanud Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan. ”Mereka (penerbang dari Skuadron Udara 14) kami kirim ke Skuadron 11 untuk menerbangkan pesawat Sukhoi 27 dan 30 serta Skuadron 15 untuk menerbangkan pesawat T-50,” ungkap Hadi. Menurut Hadi, pembelian pesawat pengganti untuk pesawat F-5 Tiger sudah masuk dalam rencana strategis pengadaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) TNI AU periode 2014-2019. Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama Jemi Trisonjaya mengatakan, pengiriman para pilot Skuadron Udara 14 berdampak pada jam latihan pilot-pilot di Skuadron Udara 11 dan Skuadron Udara 15. Pilot-pilot di kedua skuadron ini harus membagi jam latihan terbangnya dengan penerbang dari Skuadron Udara 14 (Kompas, 28/7). Sebelumnya, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu mengatakan, pengadaan Su-35 itu dilakukan dengan cermat dan tidak terburu-buru. Pihaknya sudah melaporkan hal tersebut kepada Presiden Joko Widodo. Saat ini, Kemhan masih terus bernegosiasi dengan pihak produsen di Rusia. Mekanisme pengadaan jet tempur Sukhoi 35 itu, menurut Ryamizard, akan menguntungkan Indonesia. Produsen juga akan membangun fasilitas pemeliharaan agar tidak berulang kali harus mengadakan perawatan di Rusia yang memakan biaya besar. Dengan pembangunan fasilitas perawatan Sukhoi di Indonesia, Menhan berharap, negara tetangga, seperti Malaysia dan Vietnam, juga bisa memanfaatkan fasilitas tersebut. Pengadaan jet tempur Sukhoi 35 tersebut akan terpenuhi dalam rencana strategis hingga tahun 2024.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.