178 Orang Ditemukan di Dalam Truk

Kompas - - INTERNASIONAL - (AP/AFP/MYR)

COATZACOALCOS, MINGGU — Sebanyak 178 migran asal Amerika Tengah yang diselundupkan ke Amerika Serikat akhir pekan lalu dapat diselamatkan setelah mereka ditelantarkan di dalam truk gandeng di kota Tantima, Negara Bagian Veracruz, Meksiko. Alhasil, beberapa orang berhasil melarikan diri dan meminta bantuan dari warga setempat yang kemudian memberi mereka makan dan minuman, Para migran asal Amerika Tengah ini kemudian dibawa ke pusat imigrasi di perbatasan Meksiko. Mereka memperoleh perawatan medis dan kemudian mengikuti proses pemulangan ke negara asal. Menurut sumber militer Meksiko, mayoritas migran yang diselundupkan itu adalah orang dewasa, tetapi ada juga beberapa migran yang di bawah umur. Kejadian ini mengingatkan dunia internasional pada tragedi pekan lalu saat 10 orang tewas dalam truk kontainer yang ditinggalkan di pekarangan toko Walmart di San Antonio, Texas, karena kekurangan oksigen. Saat itu 200 migran dijejalkan ke dalam truk kontainer dan pengemudinya kemudian menelantarkan mereka. Sebagian besar migran harus dirawat di rumah sakit, sedangkan beberapa orang melarikan diri. Menteri Keamanan Dalam Negeri AS John Kelly menyebut insiden yang menyebabkan sejumlah migran tewas tersebut sebagai penyelundupan manusia yang tidak berperikemanusiaan. ”Para penyelundup ini sama sekali tak memiliki rasa hormat kepada hidup manusia. Mereka hanya mencari keuntungan,” kata Kelly, yang kini menjadi Kepala Staf Gedung Putih menggantikan Reince Priebus. Ia telah berkunjung ke Meksiko dua kali untuk membicarakan masalah imigrasi dan penyelundupan manusia. Menurut sejumlah pejabat AS, para migran melakukan perjalanan darat yang penuh bahaya, antara lain karena kebijakan baru AS yang anti-imigran. Para migran ini telah menjadi korban kekerasan perampok, kelompok kriminal, dan penyelundup yang menguras uang dan harta mereka, tetapi kemudian meninggalkan mereka dalam kondisi yang mengenaskan di sisi perbatasan AS.

Lewat air

Hanya beberapa hari setelah tragedi Texas, patroli perbatasan AS menemukan sejumlah jenazah yang terapung di perairan perbatasan AS-Meksiko setelah mereka mencoba menyeberangi Sungai Rio Grande. Empat orang sudah tewas ketika ditemukan, sedangkan satu orang meninggal di rumah sakit. Kelima orang ini berkewarganegaraan Guatemala dan rata-rata berusia 30 tahunan. Menurut pejabat AS, dalam sepekan, sudah 15 orang yang mencoba menyeberangi sungai itu. Curah hujan yang sangat lebat telah meningkatkan ketinggian permukaan air dan membuat arus sungai lebih kuat.

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.