AS Unjuk Kekuatan

Trump Tuduh China Tak Berbuat Apa-apa terhadap Korut

Kompas - - INTERNASIONAL - (AFP/REUTERS/RET)

SEOUL, MINGGU — Amerika Serikat mengirim dua pesawat pengebom supersonik B-1B Lancer ke Semenanjung Korea sebagai bentuk unjuk kekuatan setelah Pyongyang melakukan uji coba rudal balistik antarbenua. Presiden AS Donald Trump mengaku kecewa terhadap China yang dia anggap tidak melakukan apa-apa untuk mencegah Korea Utara. Pesawat B-1B bersama dengan jet-jet tempur Korea Selatan dan Jepang bergabung dalam latihan gabungan selama 10 jam di atas perairan Semenanjung Korea, Minggu (30/7). Pesawat-pesawat lepas landas dari pangkalan udara Andersen di Guam, AS. Manuver ini dilakukan menyusul peluncuran rudal antarbenua (ICBM) yang dilakukan Korut, Jumat. Pemimpin Korut Kim Jong Un yang menyaksikan peluncuran rudal tersebut menyatakan, tindakan itu dilancarkan untuk menunjukkan kemampuan negara menyerang sasaran mana pun di daratan AS. ”Korea Utara masih merupakan ancaman mendesak untuk stabilitas kawasan,” kata Komandan Pasukan Udara Pasifik Jenderal Terrence J O'Shaughnessy. ”Jika dikehendaki, kami siap merespons dengan cepat, mematikan, dan dengan kekuatan luar biasa pada waktu dan tempat yang kami pilih,” lanjutnya.

Kecewa

Donald Trump menyatakan kekecewaan yang mendalam terhadap China. ”Pemimpin-pemimpin lalu yang bodoh telah membiarkan mereka menghasilkan ratusan miliar dollar setahun,” tulis Trump dalam akun Twitternya, Sabtu. Yang dimaksud mereka dalam hal ini adalah China. Padahal, lanjutnya, China tidak berbuat apa-apa terhadap Korea Utara, hanya bicara. ”Kita tidak lagi membiarkan hal ini berlanjut, China bisa dengan mudah memecahkan masalah ini,” tulis Trump.

Melanggar resolusi PBB

China, yang merupakan sekutu utama Korut, menyatakan menentang tindakan Korut meluncurkan rudalnya. Dalam pernyataannya, Sabtu, Kementerian Luar Negeri China melihat tindakan Korut itu melanggar resolusi PBB yang melarang program nuklir dan rudal Korut. ”Pada saat yang sama, China berharap semua pihak melakukan tindakan dengan hati-hati untuk mencegah ketegangan berlanjut,” demikian pernyataan Kemenlu China. Menteri Luar Negeri Jepang Fumio Kishida menyatakan telah melakukan pembicaraan melalui telepon dengan Menlu AS Rex Tillerson dan sepakat melakukan ”tekanan seberat mungkin” kepada Korut. Korut tampaknya tak terpengaruh. Hanya beberapa jam setelah Trump berkicau, Pyongyang kembali mengeluarkan pernyataan yang sangat provokatif, terutama ditujukan kepada AS. Kantor berita KCNA mengatakan, uji coba peluncuran ICBM itu dilakukan untuk memberi peringatan tentang kemampuan persenjataan Korut. Selain itu, peluncuran didorong atas diberlakukannya sanksi baru bagi Korut oleh Senat AS, Jumat lalu. Pyongyang mendesak AS untuk ”bangun dari mimpi bodoh untuk melakukan sesuatu yang membahayakan terhadap Korut.”

REUTERS/US AIR FORCE

Dua pesawat pengebom B-1B Lancer Angkatan Udara Amerika Serikat dari Pangkalan Udara Andersen, Guam, dikawal pesawat tempur F-2 Pasukan Bela Diri Udara Jepang. Mereka menjalani misi terbang 10 jam di atas wilayah udara Jepang dan Semenanjung Korea, Minggu (30/7).

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.