Adik Nawaz Sharif Digadang sebagai PM

Kompas - - INTERNASIONAL - (AFP/AP/REUTERS/LOK)

ISLAMABAD, MINGGU — Setelah Mahkamah Agung Pakistan memutuskan Perdana Menteri Nawaz Sharif tidak layak lagi memegang jabatan publik pada Jumat lalu, Parlemen Pakistan dijadwalkan bersidang pada Selasa (1/8) untuk memilih PM yang baru. Keputusan MA Pakistan yang mendiskualifikasi Sharif menyusul investigasi dugaan korupsi yang dilakukan keluarganya. Pemilihan PM baru dilakukan setelah Presiden Pakistan Mamnoon Hussain meminta Parlemen Pakistan bersidang, Sabtu petang. Nawaz Sharif mengajukan sekutunya, Shahid Khaqan Abbasi, sebagai penjabat PM dan adik laki-lakinya, Shahbaz Sharif (65), sebagai kandidat penggantinya. Partai berkuasa Liga Muslim Pakistan-Nawaz (PML-N) pun mengajukan Shahbaz Sharif untuk menggantikan kakaknya, Nawaz Sharif, sebagai PM. Namun, Shahbaz harus menjadi anggota parlemen terlebih dahulu. Shahbaz kini tengah menjabat sebagai Menteri Besar Provinsi Punjab yang hanya berkuasa di kursi tingkat provinsi. Sambil menunggu proses terhadap Shahbaz Sharif selesai, PML-N yang merupakan kekuatan mayoritas di parlemen menominasikan Khaqan Abbasi, mantan Menteri Perminyakan Pakistan, sebagai penjabat PM. Pada Jumat lalu MA, melengserkan Sharif dari posisinya sebagai PM setelah investigasi dugaan korupsi terhadap dirinya dan keluarganya. Keputusan ini membuat Sharif kembali gagal menyelesaikan masa jabatannya sebagai PM untuk ketiga kali setelah digulingkan karena tuduhan korupsi pada masa jabatan pertama, dan dikudeta oleh militer Pakistan pada masa jabatan kedua. Ini merupakan catatan sejarah yang tak biasa terjadi di Pakistan. Laporan Sekretariat Majelis Nasional Pakistan yang sempat bocor ke wartawan menyebutkan, nominasi PM seharusnya telah sampai di tangan Sekretaris Majelis Nasional pada Senin ini pukul 14.00 siang. Majelis Nasional akan bersidang Selasa untuk memilih PM baru.

Terlepas

Shahbaz Sharif sejauh ini terbebas dari tuduhan korupsi yang menimpa keluarga kakak laki-lakinya tersebut. Namun, dia hanya memegang kursi parlemen provinsi. Oleh karena itu, dia harus terpilih masuk Majelis Nasional sebelum menjadi PM Pakistan. Pada Sabtu, Komisi Pemilu Pakistan mengatakan pemilihan umum baru akan diadakan di daerah pemilihan Sharif, yakni di Punjab. Proses itu bisa memakan waktu hingga 45 hari. Abbasi ditetapkan sebagai penjabat PM dalam pemungutan suara parlemen. Pihak oposisi juga bisa mengajukan kandidat, tetapi kemungkinan untuk mendapatkan cukup suara sangat kecil di Majelis Nasional yang beranggotakan 342 orang tersebut. ”Kami ingin memastikan bahwa peralihan kekuasaan berlangsung baik dan tak ada krisis konstitusional,” kata Miftah Ismail, salah seorang pejabat senior PML-N.

AFP Photo/KUNA/HO

Newspapers in Indonesian

Newspapers from Indonesia

© PressReader. All rights reserved.